Menurut lembaga riset IDC, kewaspadaan ini terutama harus dipegang oleh sang pemuncak, Nokia. Memang, vendor asal Finlandia itu sekarang masih memegang tampuk pimpinan jagad ponsel pintar. Namun jika mereka lengah dan tak ada gebrakan inovasi, maka tinggal menunggu waktu saja bagi Apple untuk mengkudeta tahta Nokia.
Hal ini sejatinya sudah bisa terdeteksi. Nokia dianggap kurang membuat kemajuan di ranah smartphone, adapun smartphone andalan mereka -- Nokia N8 yang dibenamkan kamera 12 megapixel -- mendapat sambutan yang kalah gaungnya ketimbang iPhone 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nokia masih memiliki jalur distribusi yang mengesankan dan masih banyak orang yang menyukai Symbian, terutama bagi produk yang bermain di harga rendah," lanjutnya, dikutip detikINET dari News Factor, Selasa (8/2/2011).
Lalu bagaimana dengan Apple? Produsen ponsel yang terkenal dengan produk iPhone-nya itu dikatakan mengalami penguatan basis penjualan khususnya di pasar Asia Pasifik dan Jepang.
Bahkan, Apple diprediksi telah mengganggu pasar ponsel enterprise yang selama ini selalu identik dengan BlackBerry besutan RIM. Sebab, sekarang diyakini sudah banyak perusahaan yang memasukkan nama iPhone ke dalam daftar gadget mereka lantaran adanya aplikasi yang terintegerasi dengan sistem di perusahaannya.
"Kehadiran Apple di posisi kedua bukanlah suatu kejutan. Apple tidak hanya memimpin dalam hal mindshare, tapi juga dalam urusan market share," lanjut Greengart.
Di posisi ketiga ada RIM. Vendor asal Kanada ini juga dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang. Pasar RIM dianggap Greengart terbantu dengan penguatan pasar BlackBerry di luar pasar Amerika Utara.
Faktor Android
Samsung dan HTC menjadi contoh vendor yang sukses dalam mengadopsi OS Android. Nama Samsung berhasil terangkat kala melepas Galaxy S series ke pasaran, sehingga menempatkan vendor asal Korea Selatan itu di posisi empat klasemen.
HTC sendiri tak kalah bersinar. Vendor smartphone yang berevolusi dari brand 'Dopod' ini juga terbilang aktif dalam merilis deretan ponsel Android selama tahun 2010 lalu. Hasilnya, HTC berhasil membukukan pertumbuhan triple digit sekaligus menempatkan mereka di belakang Samsung.
Lalu apa yang akan terjadi di 2011 ini? Ramon Llamas, peneliti senior dari IDC Mobile Phone Technology & Trends menjelaskan, smartphone high-end akan menjadi faktor kunci dalam memperbesar pangsa pasar para vendor.
"IDC memang berharap para vendor dapat lebih mengakomodir smartphone di kelas menengah ke bawah yang memiliki harga terjangkau dan pasar yang besar. Namun di sisi lain, perangkat high end juga sedianya dapat diakomodir dengan harga terjangkau. Kombinasi ini akan menghasilkan kompetisi yang ketat dan membuat lebih banyak pilihan bagi pengguna," pungkasnya.
Menurut perhitungan IDC, pada 2010 lalu, jumlah smartphone yang diumbar ke pasaran sampai menembus angka 302,6 juta unit. Jumlah ini meningkat 74,4% ketimbang tahun 2009 yang 'cuma' mencatat angka pengapalan 173,5 juta unit smartphone. (ash/fyk)