Untuk tahun 2010, Axioo mengklaim mencatat posisi yang cukup menggembirakan di pasar notebook nasional. Yakni dengan membukukan penjualan sekitar 3,5 juta unit, pangsa pasar Axioo masih di bawah 10 persen.
Optimisme ditunjukkan oleh Vice President of Product Development and International Sales Axioo, David Kartono. Menurutnya, Axioo bisa saja menjadi penguasa pasar andai ada dukungan pemerintah kepada industri teknologi nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ada dukungan dari pemerintah, seperti yang dilakukan Brasil terhadap produk lokalnya, Positivo, saya yakin Axioo bisa dengan mudah naik ke posisi satu," cetus David dalam jumpa pers dengan wartawan Indonesia di sela acara Consumer Electronic Show (CES) 2011 di Las Vegas, Kamis (6/1/2011), waktu setempat.
Tidak cuma bermanfaat buat Axioo, kebijakan pemerintah yang tepat juga bisa membuat brand-brand teknologi asal Indonesia lainnya bisa semakin berkembang.
"Perlu dukungan pemerintah untuk para pemain lokal ini. (Selain Axioo) local brand yang lain juga punya pangsa pasar yang lumayan," sambung David mengingatkan.
Meski mengklaim bahwa komponen lokal di dalam produk Axioo sudah lebih dari 50 persen, David mengakui masih kesulitan untuk sepenuhnya memproduksi produk Axioo di Indonesia seluruhnya.
"Seperti misalnya proses SMT (Surface mount technology) yang sampai saat ini masih kita lakukan di China karena di sana sudah sanggup membuat PCB hingga enam lapis, sedangkan di Indonesia baru bisa dua lapis," beber David.
Saat ini, Axioo melakukan manufaktur produknya di China dan baru merakitnya di Indonesia. Meski begitu, David mengklaim bahwa 90 persen tenaga kerja yang terlibat dalam produksi berasal dari Indonesia.
"Sekitar 90 persen tim yang membuat produk ini berasal dari Indonesia, dengan dibantu oleh orang dari Singapura juga," kata David.
"Pada dasarnya, untuk transfer teknologi ini kami sudah siap. Cuma tinggal menunggu peran pemerintah saja untuk membantu para pemain lokal ini," tandasnya.
(arp/ash)