Bertempat di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (25/11/2010), Vicky Skipp selaku Regional Manager Adobe Asia Tenggara menjelaskan bahwa sasaran produk Adobe memang luas, mulai skala enterprise hingga kelas pekerja kantoran.
"Ada banyak tantangan dalam bisnis ini di Indonesia, diantaranya memperluas pelanggan di kalangan apapun," ujar Vicky di awal penjelasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian untuk kalangan industri kreatif, sudah tak diragukan lagi dengan Creative Suitenya, software Adobe ini seakan menjadi perangkat wajib bagi desainer grafis manapun. Bagi para pengembang, Adobe masih memiliki Flash builder serta Flex. Sementara untuk kelas pekerja kantoran, Acrobat reader merupakan pilihan yang pas.
Menurut penjelasan Vicky, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Adobe di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa industri kreatif menyumbang 7.6 persen atau Rp 151 triliun terhadap PDB Indonesia dan kontribusi industri kreatif diproyeksikan akan naik menjadi 8-9 persen pada tahun 2015. Untuk itulah, Adobe serius melirik pasar ini di Indonesia.
(fw/wsh)