Nanyang Technological University (NTU) dan Rice University berduet membesut tablet bernama I-Slate itu. Disesuaikan dengan kondisi pedesaan India yang masih minim listrik, I-Slate hanya butuh sedikit energi yang diambil dari tenaga surya.
I-Slate diprakarsai oleh Khrisna Palem, akademisi dari Rice University dan dikembangkan di Institute of Sustainable and Applied Infodynamics (ISAID) yang berbasis di NTU. Prototipe pertama perangkat ini bakal segera diujicoba di India beberapa bulan mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari OneIndia, Senin (15/11/2010), tidak dijelaskan seperti apa detail kemampuan I-Slate. Beberapa fitur yang disebutkan adalah adanya aplikasi pelajaran matematika dan navigasi dengan stylus.
Menilik sasarannya yang adalah para pelajar, kemungkinan besar fitur-fitur di I-Slate ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Dengan I-Slate, para siswa di desa India pun dapat mencicipi seperti apakah tablet, meski tidak secanggih iPad atau Galaxy Tab. (fyk/ash)