Menurut Suhanda Wijaya, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), jika aplikasi anti-pornografi yang dibenamkan itu berbayar, mau tak mau hal ini akan dibebankan ke harga jual yang jatuh kepada konsumen. Artinya, harga PC bisa jadi lebih mahal.
Namun sebaliknya, jika software anti-pornografi itu disediakan oleh pemerintah atau lembaga lain secara gratis maka harga jual ke pengguna tak akan berpengaruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kominfo melalui Sekjen Basuki Yusuf Iskandar memerintahkan para pengusaha komputer untuk menambahkan software anti-pornografi di setiap PC yang dijual.
Basuki menilai, PC yang hinggap di masyarakat sangat memerlukan aplikasi itu. Tindakan preventif ini salah satunya agar lebih menenangkan para orangtua ketika membiarkan anaknya bersentuhan dengan internet.
(ash/wsh)