Minggu, 17 Okt 2010 17:06 WIB

Orang Indonesia Demen Aplikasi Gratisan

- detikInet
Bandung - Ketimbang yang berbayar, orang Indonesia lebih suka memilih aplikasi yang gratisan. Kendati demikian, walaupun gratis bukan berarti si pembuat aplikasi tidak bisa mendulang uang.

Demikian diungkapkan oleh Ibnu Sina, Chief Technical Officer GITS Indonesia, salah satu pengembang aplikasi lokal Android. Menurutnya, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar. Ditambah lagi, pemain di aplikasi ini memang belum banyak.

"Kalau mau mengincar pasar Indonesia mendingan free. Menurut saya pasar di Indonesia lebih suka yang gratis," katanya saat berbicang dengan detikINET, Minggu (17/10/10).

Meskipun gratis bukan berarti tidak mendulang uang. Menurut Ibnu, saat aplikasi tersebut gratis maka akan semakin banyak orang yang menggunakannya. Dan dengan semakin banyak yang menggunakan aplikasi tersebut,  secara otomatis akan menarik perhatian pengiklan.

Ibnu mencontohkan, iklan yang terpasang di aplikasi buatannya jika diklik pengguna, akan mendatangkan pendapatan antara 0,01-0,05 USD. GITS Indonesia merupakan salah satu pengembang aplikasi lokal Android yang bisa mensejajarkan diri dengan pengembang lainnya dari luar negeri. Saat ini ada sembilan aplikasi buatannya yang bercokol di Android Market.

"Saat ini ada 5 ribuan pengguna aplikasi kamus, ditambah 1.500 pengguna aplikasi koran hari ini. Ditambah dengan pengguna aplikasi-aplikasi lainnya. Lumayan lah," ungkapnya.

Namun diakui olehnya, nilai tersebut masih sangat jauh jika dibandingkan harga aplikasi buatannya yang dimanfaatkan perusahaan. Tapi tidak mudah memasarkan aplikasi ke perusahaan.

"Kalau dipakai perusahaan kan kita sekali bikin langsung dapat. Banyak lagi. Tapi sulit menggarap pasar ini," ujarnya di akhir perbincangan.





(afz/fw)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed