Apa permasalahan dimaksud? Konsumen di sana ternyata protes karena Apple ditengarai cenderung memberikan iPhone refurbished (produk pengondisian ulang-red) sebagai ganti jika iPhone konsumen rusak.
Nah, kebijakan inilah yang jadi pertanyaan otoritas dan konsumen Korsel. Mereka mempertanyakan mengapa Apple tidak memperbaiki iPhone yang rusak saja atau memberi ganti iPhone dalam kondisi baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Kamis (14/10/2010), Farrel Farhodui selaku Senior Director at iPod and iPhone Service Operations, akan memberikan kesaksian di Komite Kebijakan Nasional parlemen Korsel.
"Testimoni ini akan menjawab keresahan konsumen mengenai layanan purna jual iPhone. Juru bicara Apple di Korsel gagal memberi jawaban memuaskan sehingga legislator meminta Apple mengirim seseorang yang punya otoritas terhadap masalah ini," jelas Farrel.
Dia dijadwalkan memberi penjelasan pada 21 Oktober mendatang. Masalah ini cukup jadi perhatian karena iPhone termasuk laris manis di Korsel, di mana jutaan unit sudah terjual.
(fyk/rns)