"Layanan BlackBerry seperti panggilan telepon, SMS dan BBM (BlackBerry Messenger) boleh tetap aktif setelah tanggal 31 Agustus. Tapi kami belum yakin tentang layanan email-nya," tukas seorang pejabat senior yang tak mau disebut namanya seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (18/8/2010).
Artinya, pemerintah India tak akan menetapkan blokir pada layanan BlackBerry di atas. Sedangkan untuk layanan email korporasi, yang bersifat rahasia, India nampaknya masih mempertimbangkan apakah akan diblokir atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, setidaknya tiga operator seluler membenarkan bahwa mereka telah menerima surat dari Departemen Telekomunikasi India untuk mengaktifkan dan memulai pemantauan pada layanan BlackBerry. "Kami telah menerima surat yang meminta kami untuk membuka akses BlackBerry setelah tanggal 31 Agustus," tukas juru bicara operator Tata Teleservices.
Sebelumnya, pemerintah New Delhi mengancam akan menutup layanan BlackBerry jika RIM tidak mengizinkan akses untuk menyadap komunikasi via ponselnya. RIM sendiri dilaporkan telah kehilangan lebih dari 11 persen kapitlisasi pasar sejak awal Agustus ketika pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengatakan akan melarang layanan ponsel pintar itu.
(feb/wsh)