Dalam jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (29/7/2010), Direktur Product and Marketing MLW Telecom, Rahmad Widjaja Sakti mengatakan, modem 3G fesyen rancangan Tadashi yang baru diluncurkan hari ini hanya tersedia sebanyak 2.000 unit.
"Kami sengaja hanya menyediakan 2.000 unit untuk menjaga ekslusivitas," kata Rahmad yang didampingi Tadashi dan Agus Setia Budi, Deputy Vice President Channel Management Telkomsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rahmad, modem 3G merek SU-9000U Tadashi Shoji ini merupakan bagian dari target penjualan 30 ribu unit modem yang dibundling dengan Telkomsel hingga September 2010.
Dalam kesempatan itu, Tadashi sempat menceritakan kepada detikINET bagaimana ia mendapat inspirasi untuk merancang motif desain modem 3G untuk SpeedUp selama enam bulan terakhir ini.
"Saya terinspirasi dengan ranting-ranting pepohonan saat sedang berkunjung ke
Shanghai dan Kamboja. Ranting-ranting ini saling terhubung dan terkoneksi satu dan lainnya. Tak ubahnya dengan internet yang saling menghubungkan," ucapnya.
Menurut Rahmad, modem 3G yang dibanderol Rp 799 ribu ini tak akan diproduksi lagi meski peminatnya nanti membludak. "Kami sengaja batasi 2.000 unit saja. Kalau pun peminatnya nanti melebihi, mungkin alternatifnya akan kami buat desain baru bersama Tadashi," jelasnya.
Hadirnya modem 3G berdesain ekslusif ini turut membuat bangga Telkomsel karena jadi satu-satunya operator yang berhasil membundlingnya. Sementara itu dikatakan Agus, kehadiran produk ini memberikan nilai tambah bagi pelanggan Telkomsel.
"Selain kerja sama dengan SpeedUp milik MLW, kami sebenarnya juga menggandeng lima hingga enam vendor lainnya. Namun baru SpeedUp yang menawarkan produk dengan rasa yang berbeda. Tahun ini kami bersama lima hingga enam vendor total membundle 200 hingga 300 ribuan modem 3G," tandasnya.
Tujuan Telkomsel menggiatkan modem 3G tak lain demi meningkatkan pengguna akses data internet lewat layanan Telkomsel Flash. Saat ini pengguna Flash berjumlah 2,5 juta dari total 15 juta pengguna data Telkomsel. Hingga akhir 2010, Flash ditargetkan memiliki 5 juta pelanggan dari total 20 juta pelanggan data yang dibidik.
(rou/rns)