Ya, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hal mencolok dari desktop ini adalah layarnya yang berfungsi multi touch dan berukuran lebar, yakni 23 inch.
Business Development & Technical Manager Lenovo Indonesia, Aziz Wonosari menyebutkan, meski belum bisa meraba pasar, namun dia menyatakan optimismenya
bahwa desktop semacam ini akan disambut dengan baik oleh kalangan korporasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keunggulan lainnya, tentu saja performa yang lebih handal karena telah mengusung prosesor Intel seri Core i. Sementara desktop sebelumnya, selain belum dilengkapi layar sentuh juga masih menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo," ujar Azis berpromosi.
Menurut dia, layar lebar sangat cocok bagi para karyawan di bagian keuangan yang membutuhkan ketelitian. Namun dirinya menampik produknya hanya
menyasar perusahaan finance. "Kita open, terbuka untuk semua kalangan," tukasnya.
Desktop layar sentuh Lenovo sudah dilaunching secara global bulan lalu dan akan segera meluncur di Indonesia dalam waktu dekat. Namun Azis mengatakan,
produk tersebut sudah bisa dipesan dari sekarang.
Adapun harga yang ditawarkan mulai dari US$ 990. Pengguna mempunyai opsi menggunakan hardisk atau SSD (State Solid Drive).
(rns/ash)