"Itu bukan penarikan, melainkan langkah antisipasi. Kami mengetahui laporan dari para pengguna Vaio di beberapa negara dan langsung meresponsnya," kata Manager Marketing Communication Department Sony Vaio Indonesia, Rini F. Hasbi kepada detikINET, Kamis (1/7/2010).
Dikatakan Rini, kantor pusat Sony melalui situs resminya kemudian mengeluarkan opsi. Yang pertama, pengguna Vaio yang mengalami gejala overheat bisa menyerahkan notebooknya kepada Sony untuk diperbaiki. Sementara pilihan kedua, konsumen dipersilakan mengunduh update software dari situs Sony untuk mengatasi overheat pada notebook mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menambahkan, untuk saat ini di Indonesia sendiri belum ada pengguna notebook Vaio yang melaporkan kasus overheat.
Sebelumnya dilaporkan, langkah 'antisipasi' Sony ini berimbas pada 259.000 unit Vaio di Amerika Serikat, 103.000 unit di Eropa, 120.000 unit di Asia dan 52.000 unit di Jepang. Adapun notebook yang ditarik adalah Vaio seri F dan C yang telah dipasarkan sejak Januari 2010.
Di Jepang, memang belum ada keluhan dari konsumen terkait kasus ini. Namun Sony mengaku telah menerima 39 laporan dari pengguna di luar Jepang.Pada 2008 Sony pernah menarik lebih dari 400.000 notebook Vaio karena masalah
yang sama. Sebelumnya di 2006 Sony melakukan penarikan baterai notebok Vaio dalam jumlah besar. Saat itu banyak konsumen melaporkan, baterai notebook mengalami overheat. (rns/ash)