Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jembatani Industri, Axioo Ciptakan Kurikulum untuk SMK

Jembatani Industri, Axioo Ciptakan Kurikulum untuk SMK


- detikInet

Bandung - Kesenjangan antara tenaga kerja dengan kebutuhan industri sudah sedemikian tinggi. Meminimalisir kesenjangan tersebut, Axioo membuat kurikulum khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Ada kesenjangan antara tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Kita coba membuat kurikulum guna menjembatai kesenjangan tersebut"ujar Samuel Lawrence, Chief Executive Officer PT Tera Data Indonusa, kepada detikINET usai peresmian Axioo Centre di SMK Medikacom di Jalan Soekarno Hatta No 16, Selasa (22/6/2010).

Dijelaskan oleh Samuel, saat ini bahan ajar yang ada di sekolah ataupun di perguruan tinggi masih sangat jauh tertinggal dengan teknologi yang berkembang di industri. Padahal serapan tenaga kerja di sektor IT sangat tinggi dewasa ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangankan SMK, level perguruan tinggi saja masih telat beberapa tahun. Bahan ajarnya bukan bahan yang hari ini ada. Untuk itu butuh campur tangan industri dalam menyusun kurikulum," paparnya.

Axioo center merupakan salah satu wujud nyata dari Axioo untuk ikut berperan dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja yang mumpuni. Laboratorium yang difasilitasi oleh Axioo ini tidak hanya menjadi tempat pelatihan bagi siswa semata, namun para pengajar juga diberikan kesempatan untuk memanfaatkannya.

"Mereka akan belajar teknologi komputer terkini. Mulai dari komponen, desain manufaktur dan repair. Itu semua ada dalam Axioo Kurikulum Program," ungkapnya.

Saat ini baru ada satu Axioo center di Indonesia. Samuel menargetkan di semua kabupaten kota di Indonesia ada Axioo center.

"Ini yang pertama. Kita coba dulu. Sudah banyak sih yang minta ke kita. Inginnya sih di seluruh kabupaten kota di seluruh Indonesia. Karena masing-masing kabupaten kota memiliki SMK," harapnya.

Ditanya kenapa sasaranya adalah SMK, Samuel menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan industri terhadap tenaga kerja IT sangat tinggi. Dan untuk tenaga kerja lulusan SMK dianggap mampu menjawab kebutuhan tersebut jika dibandingkan dengan lulusan perguruan tinggi.

"Untuk kita sendiri tidak terlalu besar kebutuhan tenaga kerjanya. Tapi untuk industri lain cukup besar. Sekarang siapa sih yang tidak memerlukan tenaga kerja IT. Semua sektor butuh tenaga kerja IT," katanya menandaskan. (wsh/wsh)




Hide Ads