Kenaikan itu diduga akan terjadi karena adanya peningkatan biaya produksi. Padahal, hampir semua perangkat elektronik, gadget dan komputer di dunia diproduksi di wilayah yang sama.
Gejala itu bisa terbaca dari pengumuman akan naiknya harga PC oleh Acer, seperti dikutip detikINET dari Financial Times, Selasa (22/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wang juga mengatakan naiknya harga produk Acer tidak mengubah permintaan dari para konsumen. Sektor teknologi secara global dilaporkan memang tengah menikmati banyaknya permintaan konsumen sejak krisis keuangan berakhir.
Namun, di sisi lain, produsen PC seperti HP (Hewlett-Packad), Acer dan Dell kini sedang menghadapi tekanan meningkatnya biaya produksi. Tarik-ulur investasi oleh pemasok selama krisis keuangan sendiri dilaporkan menyebabkan kelangkaan yang mendorong tingginya harga komponen utama seperti memori chip D-Ram.
Tak hanya itu, skandal bunuh diri dan penyiksaan di pabrik
perakitan Foxconn, China, yang berakhir dengan kenaikan gaji para buruh juga menjadi salah satu faktor beberapa gadget bakal naik harga.
Masalahnya, Foxconn menjadi pemasok bagi beberapa produsen gadget dan komputer dunia. Jika memang kenaikan gaji di Foxconn berdampak pada biaya manufaktur, bukan tak mungkin vendor lain juga akan menaikkan harganya.
(wsh/wsh)