Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
Ponsel TV: Internet atau Analog?
Laporan dari Singapura

Ponsel TV: Internet atau Analog?


- detikInet

Jakarta - Kira-kira mana yang lebih digemari masyarakat Indonesia. Ponsel low end dengan analog TV free-to-air, atau ponsel high end dengan streaming internet TV?

Saat membicarakan analog TV, yang ada di benak kita pasti adalah serbuan ponsel-ponsel China. Sementara saat membicarakan ponsel internet TV, salah satu calon pemain utamanya adalah Nokia.

Di ajang Nokia Connections 2010 beberapa waktu lalu, Nokia telah memperkenalkan teknologi terbaru mereka yang menghadirkan televisi dalam ponsel beresolusi high definition (HD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknologi itu bakal hadir dalam Nokia N8 yang bakal menyambangi Indonesia pada kuartal tiga 2010 mendatang.

Dengan handset N8, Nokia telah membuka kerjasama dengan beberapa channel TV populer seperti: Channel News Asia, E!, CNN. Tak hanya itu, beberapa TV lokal seperti Virtual Malaysia, TV3, ataupun channel kuliner MakanSutra juga turut digaet.

Berbeda dengan Nokia, salah satu pemain ponsel lokal SPC Mobile justru sangat agresif mengusung ponsel TV analog mereka dalam produk-produk terbaru mereka.

Saat dijumpai detikINET di Fairmount Hotel Singapura, Rabu (16/4/2010), Raymond Tedjakusuma selaku GM SPC Mobile mengatakan bahwa sasaran ponsel TV analog adalah low end. Dengan kisaran harga Rp. 600 ribu, masyarakat pun sudah bisa menikmati siaran TV nasional.

Pasar berbeda (high end - low end), layanan berbeda (on demand streaming TV - Free to air TV), dan resolusi berbeda (HD-SD). Kira-kira mana yang lebih menarik perhatian kelas pengguna ponsel TV? (fw/ash)





Hide Ads
LIVE