Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
Usung Diskon Gila-Gilaan, Pedagang PC Singapura Lebih Atraktif
Laporan dari Singapura

Usung Diskon Gila-Gilaan, Pedagang PC Singapura Lebih Atraktif


- detikInet

Singapura - Hari terakhir PC Show 2010 dipenuhi diskon gila-gilaan. Ratusan pengunjung ramai memadati Exhibition Hall level 4, Suntec City Singapura. Kedatangan pengunjung disambut para pedagang yang tampil atraktif menawarkan diskon.

Pantauan detikINET di lapangan, Minggu (13/6/2010) petang, hari terakhir pameran yang rutin diadakan dua kali setahun tersebut ramai dipadati pengunjung. Seluruh pengunjung Suntec seolah tersedot ke Hall lantai 4.

Beberapa vendor seperti Samsung, LG, Canon, Acer nampak memberi diskon gila-gilaan. Salah satu booth yang ramai dikunjungi adalah kamera Samsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsung yang menggunakan model lelang barang, dengan salesman yang lantang berkoar-koar melalui megaphonenya. "Kamera poket under water WP10 ! Penawar pertama SGD 329! ...Tak ada yang berminat? Saya turunkan menjadi SGD 314!," teriaknya penuh lantang.

Saat salesman tersebut mencapai titik terendah, puluhan orang langsung berebut tunjuk jari, diiringi suara peluit tanda lelang telah berakhir. "Ya..terjual kepada bapak gendut di ujung sana, dengan harga SGD 263" paparnya.

Lain Samsung, lain pula LG. Dalam 'membanting harga' LG sedikit melakukan trik yang berbeda. Salesman yang berdiri lantang menggunakan megaphone pada booth LG TV, justru memberi 'edukasi' kepada pengunjung, diakhiri tebak harga.

"Adakah yang tau perbedaan Plasma TV dan LCD? Tunjukan jari, jika benar saya akan memberi diskon spesial" paparnya.

Beberapa pengunjung pun mencoba menjawab. Sayang tidak ada yang benar. "Plasma TV dan LCD tidak ada bedanya. Teknologinya sama. TV LCD kami hadir dengan harga jauh lebih murah, dengan teknologi hampir seperti plasma TV," bisiknya seraya membujuk pengunjung melalui megaphone.


Apkomindo Harus Lebih Atraktif

Model komunikasi persuasif seperti diatas memang belum banyak dilakukan pada pameran-pameran komputer lokal di Indonesia. Tengoklah Yogyakomtek, atau FKI yang tiap tahun diadakan. Dari puluhan booth, mungin hanya satu atau dua saja yang kreatif menawarkan diskon.

Dilihat sekilas, para penjual PC di Singapura dan daerah lokal Indonesia tak jauh beda, yakni menghabiskan stok barang. Namun cara yang digunakan sedikit berbeda. Selain menghadirkan barang yang benar-benar 'fresh', model komunikasi pedagang PC di Singapura lebih atraktif.

Sementara beberapa pameran PC lokal biasnya hanya terkesan menghabiskan stok barang. Dengan membagi-bagikan flyer, serta memajang SPG pasif, sepertinya Apkomindo harus mendorong distributor, agar lebih atraktif saat memberi diskon pameran.

(fw/wsh)







Hide Ads