Rencana kehadiran Flash 10.1 ini diutarakan langsung oleh Chief Execituive Officer Adobe System, Shantanu Narayen. Para analis pun berspekulasi bahwa kehadiran aplikasi ini hadir khusus untuk menangkis kritikan bos Apple, Steve Jobs. Terlebih, hubungan antar kedua perusahaan sedang tidak baik.
"Mengingat segala sesuatu yang terjadi di antara Apple dan Adobe, ini penting bagi Adobe Flash untuk berjalan pada perangkat produsen handset lain dalam enam hingga 12 bulan mendatang," kata analis Piper Jaffray & Co., Mike Olson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bill Henry, Pruduct Director Nvidia Corp. menambahkan, tidak semua perangkat bisa mendukung aplikasi Flash. Nvidia sendiri bekerja sama dengan Adobe selama satu tahun untuk menyempurnakan mobile prosesor grafis Nvidia Flash. Mereka menguji memutar video berdefinisi tinggi dan game tanpa menguras baterai.
"Anda harus menjalankan Flash di prosesor yang tepat," ujar Henry. "Seberapa cepat dan berapa besar daya yang digunakan adalah hal yang masih bisa diperdebatkan. Kami percaya akan ada masalah pada baterai jika Flash tidak berjalan di prosesor yang tepat," tambahnya.
Pun demikian, ARM Holdings Plc. yang mendesain chip prosesor mengatakan Adobe terlambat menyampaikan versi uji Flash 10.1. "Flash player yang tersedia sebetulnya memang sudah lama direncanakan tapi karena banyak pihak yang terlibat, penyampaiannya jadi terlambat," tutur James Bruce selaku ARM Lead Mobile Strategist.
Pertumbuhan Flash
Analis Adobe mengatakan bahwa jumlah desainer dan pengembang Flash di seluruh dunia bertambah sebanyak 59% pada tahun lalu. Sekarang sekitar 3,5 juta profesional kreatif menggunakan Flash.
"Pelarangan Jobs menggunakan Flash pada produknya kemungkinan besar membuat lebih sulit para profesional desain untuk bekerja," ungkap Lars Basthlom, Chief Creative Officer Ogilvy Amerika Utara.
"Flash digunakan hampir semua agensi kreatif di luar sana. Tidak memiliki Flash pada iPhone atau iPad adalah masalah besar bagi pengiklan," imbuhnya.
Menurut Adobe, ada sekitar 75% video online yang hanya bisa diputar dengan aplikasi Flash. "Cukup dengan aplikasi Flash, sebuah vendor bisa menyaingi produk Apple. Karena di situlah titik penjualan," kata Sasa Zorovic, analis Limited Liability Company (LLC), Boston, dikutip detikINET dari Business Week, Kamis (20/5/2010).
(feb/ash)