"Tujuan utama Flash adalah memungkinkan pengguna melihat konten dari berbagai macam browser, platform, dan perangkat. Dan ternyata itu semua kebalikan dari apa yang Apple inginkan. Mereka membatasi para vendor yang ingin berkembang pada platform yang berbeda," ujar Mike Chambers Adobe Principal Product Manager.
Penolakan Adobe adalah reaksi atas aturan baru yang diterapkan Apple. Aturan baru itu mewajibkan setiap aplikasi iPhone dan iPad untuk menggunakan bahasa pemrograman tertentu yang telah disetujui Apple.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan baru Apple dinilai akan merugikan para pengguna karena mereka menjadi tidak bebas memilih konten yang ingin dilihatnya. Sebab, Flash sampai saat ini dianggap dapat menampilkan konten lebih baik.
Namun para pihak yang mendukung aturan baru itu, termasuk Steve Jobs sebagai CEO Apple mengatakan bahwa hal tersebut diperlukan untuk mempertahankan kualitas aplikasi dan kegesitan dalam memperbarui platform di App Store.
Apple sendiri sadar bahwa dengan tidak adanya dukungan dari flash, kebebasan pengguna iPhone dan iPad dalam menjelajah dunia internet akan berkurang. Namun Apple memilih jalan lain dengan menggunakan software HTML5, CS5, dan JavaScript untuk mendukung ponsel pintarnya.
"Kami didukung aplikasi lain seperti HTML5, CS5, dan H.264. Mereka terbuka dan sesuai standar. SementaraΒ Adobe Flash tertutup dan eksklusif, " kata perwakilan Apple seperti dikutip detikINET dari Wired, Kamis (22/4/2010).
(ash/ash)