Demikian diungkapkan General Manager PT CSL Indonesia, Edmundus Leonard, saat berbincang santai dengan detikINET, Rabu (10/3/2010) petang. "Masih mahal. Sekarang yang paling murah di pasaran sekitar Rp 2 jutaan. Bagi kami ini terlalu mahal. Lagian teknolognya juga masih baru," paparnya.
Leo, demikian pria ini akrab dipanggil, memprediksi untuk sementara ini tidak akan banyak ponsel Cina yang menerapkan sistem operasi Android. "Paling cuma beberapa lah. Ngga banyak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leo mencontohkan saat teknologi WiFi di ponsel pertama kali muncul, biaya mengadopsi teknologi tersebut sangat mahal. Akibatnya sedikit sekali ponsel Cina yang dilengkapi WiFi. Tapi, lanjut Leo, karena saat ini sudah lebih murah banyak ponsel Cina yang menggunakannya.
"Semuanya wait and see. Tidak mau terlalu agresif mengikuti Android. Tapi jika sudah murah dan bisa diterima pasar pasti banyak yang pakai," ungkapnya.
Selain itu, Leo beralasan cap murah yang menempel di ponsel Cina jadi pertimbangan tersendiri. "Orang melihat ponsel Cina kan ponsel murah. Kalau harganya di atas Rp 2 juta, mereka (konsumen - red) pasti akan lari ke merek-merek global yang sudah terkenal," pungkasnya.
(afz/wsh)