Presiden Direktur Smart, Sutikno Widjaja, mengakui pemasaran layanan BlackBerry terdahulunya melalui program bundling dengan BlackBerry 8330, kurang begitu berhasil di pasaran.
Selain karena terhambatnya pasokan barang dari pabrik BlackBerry CDMA di Meksiko, menurut Sutikno, BlackBerry 8330 juga dinilai sudah out of date sehingga kurang diminati pasar penikmat ponsel di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun sekarang kami berani target 100.000 karena peminat BlackBerry bukan orang yang kekurangan duit. Uang bagi mereka bukan masalah asalkan ponselnya terbaru dan bagus fitur layanannya. Ya, seperti BlackBerry Tour ini," jelas Sutikno lebih lanjut.
Oleh Smart, ponsel dengan kemampuan akses CDMA EVDO Rev A di 1900 MHz lewat nomor injeksi dan slot kartu GSM dengan jaringan 3G UMTS/HSPA 2,1 GHz, dibanderol dengan harga normal Rp 5,1 juta.
"Namun khusus untuk hari ini kami berikan harga spesial Rp 3,9 juta melalui kartu kredit Bank Mandiri," kata Tom Alamas Dinharsa, Head of Device Technology & Special Projects Smart Telecom.
Ponsel dengan kamera 3,2 megapixel dan 256 MB flash memory itu ditawarkan bundling dengan nomor injeksi seluler CDMA Smart yang dibanderol dengan tarif Rp 8 ribu per hari dan Rp 180 ribu per 30 hari.
Menurut Tom, dengan tarif yang ditawarkan, pelanggan bisa menikmati akses email, instant messaging, social networking, internet, serta video streaming unlimited melaui ponsel yang punya built-in GPS dan memori eksternal microSD 1 GB. (rou/faw)