Pelanggaran-pelanggaran fatal ini diungkap Apple dalam laporan bertajuk Supplier Responsibility. Dikutip detikINET dari Marketwatch, Senin (1/3/2010),Β perusahaan yang berbasis di Cupertino California ini menemukan ada 3 manufaktur yang mempekerjakan karyawan di bawah umur. Teridentifikasi 11 karyawan baru berusia 15 tahun.
Pelanggaran lain yang terungkap adalah terkait jam kerja karyawan. Sejumlah pabrik memeras tenaga karyawan untuk bekerja melebihi standar jam kerja yang telah ditentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kerja lembur yang melewati batas, kesejahteraan para karyawan juga diabaikan. Mereka mendapat upah lembur yang kecil serta gaji di bawah standar. "Di 24 pabrik, auditor kami menemukan para karyawan dibayar kecil di bawah upah minimum pekerja," tandas Apple.
Apple juga mengungkap pelanggaran tentang standar keamanan. Ada manufaktur yang menggunakan bahan-bahan berbahaya, salah satunya adalah penggunaan bahan kimia beracun bernama N-hexane dalam proses pembersihan layar. N-hexane mungkin adalah pembersih yang baik, namun dapat berbahaya bagi manusia. Penggunaan bahan kimia beracun ini juga pernah memakan korban, yakni menyebabkan puluhan karyawan keracunan
Terungkap bahwa hanya 61 persen suplier Apple yang mematuhi peraturan standar keamanan untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja serta hanya 57 persen yang memenuhi standar ramah lingkungan.
Padahal menurut Apple, mereka telah meminta pabrik-pabrik rekanannya untuk memperhatikan sistem pembuangan limbah dan menyewa konsultan lingkungan. Penilaian Apple tersebut meliputi 102 pabrikan Apple dan 133.000 karyawan. Pabrik-pabrik ini yang membuat komponen untuk berbagai produk Apple.
(faw/ash)