BenQ mulai menggarap industri produk komputer di Indonesia mulai 6 tahun silam, tepatnya pada tahun 2004 dengan menggandeng rekanan lokal PT. Galva Technology.
Jika dibandingkan dengan nama Acer ataupun Hewlett-Packard, jelas nama BenQ masih sangat asing di telinga pengguna komputer, khususnya notebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam upaya menarik simpati masyarakat terhadap produknya pun, Famela mengatakan bahwa BenQ masih mengandalkan iklan.
"Biar masyarakat tambah kenal kami memang masih mengandalkan iklan ataupun banner," tambah Famela.
Strategi pemasaran yang demikian memang tampaknya sedikit tertinggal dengan dengan kompetitor lain yang sudah mengedukasi masyarakat atas keunggulan produk yang mereka tawarkan.
"Untuk saat ini kami memang belum ada rencana untuk melakukan edukasi ke masyarakat mengenai produk kami, dan untuk saat ini kami masih mengandalkan iklan saja," tandas Famela usai meluncurkan ketiga Joybook BenQ di Novotel Hotel, Jakarta, Selasa, (12/1/2010). (eny/ash)