Perusahaan asal Taiwan ini menarik sebanyak 22.000 laptop seri Aspire setelah menerima 3 laporan adanya korsleting. Insiden ini berakibat pada melelehnya casing eksternal yang terbuat dari plastik, demikian menurut pernyataan Consumer Product Safety Commission, Amerika Serikat dan dikutip detikINET dari ABC News, Jumat (8/1/2010).
Meskipun tidak terjadi korban dan tidak semua model terinfeksi namun Acer menyarankan konsumen yang memiliki seri Aspire tertentu untuk tetap menghubungi Acer guna pemeriksaan produk. Mereka akan menerima perbaikan gratis jika diketahui produknya turut bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laptop yang berbahaya tersebut merupakan keluaran China dan dijual di beberapa retailer seperti ABS Computer Technologies, D&H Distributing, Fryβs Electronics, Ingram Micro, Radio Shack, SED/American Express, Synnex Corporation, SYX Distribution, Tech Data Corporation, termasuk juga di toko online Amazon. com. Semua model itu dijual dalam rentang waktu Juni 2009-Oktober 2009. (sha/faw)