Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Stylus Pro 9700, Printer Besar Pemangsa Kelas Kakap

Stylus Pro 9700, Printer Besar Pemangsa Kelas Kakap


- detikInet

Jakarta - Selain printer rumahan, Indonesia juga menjadi pasar yang cukup menjanjikan bagi para pemain printer berukuran besar (large format printer/LFP). Epson misalnya, sadar akan jumlah target pasar yang terbatas, mereka pun mengincar konsumen kelas kakap.

Epson bahkan langsung mengeluarkan dua produk sekaligus di kelas LFP pada awal 2010 ini, yakni Stylus Pro 7700 dan 9700. Sebagian dari fitur yang ditawarkan keduanya nyaris sama, hanya saja Pro 7700 berukuran 24 inch, sedangkan 9700 44 inch.

Dijelaskan Joster Johannes, LFP Business Section Manager Epson Indonesia, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah printer berformat besar. Yaitu print head, tinta dan modal cetak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus LFP milik Epson, lanjut Joster, mereka menggunakan print head micro piezo thin film piezo. Fitur ini mampu menghasilkan titik-titik dengan sangat akurat dengan hampir tidak ada gerimis atau satelit cipratan tinta, dan jump head.

Sementara untuk urusan tinta, kedua produk yang hadir untuk menggantikan posisi seri 7450 dan 9450 ini menggunakan tinta ultra chrome. "Tinta ini kita produksi sendiri di Jepang, setengah tinta masuk ke bahan/kertas yang dicetak, jadi terkesan mengambang," jelasnya, dalam jumpa pers di kantor Epson, Jakarta, Selasa (5/1/2010).

Tinta dengan vivid magenta ini diklaim meningkatkan ketahanan cetak dengan mencegahnya menjadi pudar dan pengotoran akibat lama terkena cahaya. Selanjutnya, resin-encaplusated pigments adalah kedap air dan memiliki stabilitas warna yang tahan lama.

Stylus Pro 7700 dibanderol seharga US$ 3.000, sedangkan Pro 9700 dihargai US$ 6.000 atau sekitar Rp 60 juta. Tak ayal, target pengguna kedua printer ini bukanlah pengguna ecek-ecek. Melainkan para profesional di bidang percetakan.

Seperti kalangan retail, fotografer profesional dan Pre Press, pembuat cetakan film, CAD/GIS serta korporat. "Untuk segmen fotografer kami masih mendominasi hingga 60 persen, namun tahun ini kami baru ingin mengincar pasar korporat dengan jajaran produk baru kami," pungkas Husni Nurdin, Deputy Country Manager Epson Indonesia di tempat yang sama.
(ash/faw)







Hide Ads