Demikian diungkapkan oleh Alexander Mulya, Chief Brand Consultant MarkPlus saat berbincang dengan detikINET usai diskusi MarkPlus Club Dinner di Hotel Hilton, Selasa (29/9/2009) malam.
Menurutnya, persaingan antara Nokia dengan BlackBerry masih seimbang. Namun, keseimbangan tersebut akan goyah tatkala BlackBerry berani mengeluarkan produknya dengan harga murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alexander menambahkan hal tersebut juga harus memperhatikan segmentasi keduanya. Portofolio yang lengkap dengan lebih dari 60 seri, Nokia bisa masuk ke semua lini. Dari kelas bawah hingga segmen ekslusif, Nokia memiliki semuanya. Sedangkan BlackBerry sedari awal sudah tersegmen di kelas eksekutif.
"Ya harus disadari bahwa pasar yang besar adalah pasar yang di bawah. Jika BlackBerry mengeluarkan seri yang murah, artinya mereka harus siap kehilanggan image ekslusif," ungkapnya.
Selama ini brand image BlackBerry masih bagus. Namun dari sisi penjualan smartphone, Nokia membukukan penjualan berkali lipat dari BlackBerry. "Bahaya kalau BlackBerry jual produk murah. Bisa booming," tegasnya.
(afz/rou)