Dijelaskan Regina Hutama Poli, Corporate Communications Manager Nokia Indonesia, pihaknya saat ini masih bergelut untuk mencari bagaimana bisnis model netbook anyar Nokia tersebut.
"Kita masih proses model bisnisnya, jadi belum pasti apa masuk Indonesia atau tidak," ujarnya kepada detikINET, Selasa (8/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun sudah dapat bisnis modelnya gimana, kita juga harus melihat peraturan perdagangannya gimana. Jadi mungkin masuk atau enggak," tukasnya.
Booklet 3G Nokia bisa dibilang netbook edisi premium. Lihat saja harga yang dibanderol, yakni mencapai US$ 820 tapi itu belum disubsidi. Pun demikian, untuk urusan ketahanan, netbook 10 inch ini terbilang tahan lama. Dengan gelontoran 16 sel baterai, Booklet 3G diklaim mampu bertahan hingga 12 jam tanpa terhubung sumber listrik. (ash/faw)