Entah jenis baterai apa yang Nokia gunakan. Namun yang pasti, hal ini menjadi nilai tambah tersendiri untuk menarik konsumen. Pasalnya, netbook identik hanya memiliki kemampuan pas-pasan termasuk untuk ukuran baterai yang daya tahannya tak seperti notebook.
Pun demikian, sama seperti laptop mini lainnya, Booklet 3G Nokia juga diperkuat dengan prosesor Intel Atom. Sementara bagian eksterior coba dipercantik dengan sasis aluminium ultra-portable dan memiliki berat 1,25 kg serta ketebalan di kisaran 2 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kai Oistamo, Executive Vice President untuk divisi perangkat Nokia mengatakan, saat ini para pengguna komputer mobile sudah tumbuh sedemikian rupa, sehingga masuknya Nokia di bisnis netbook pun merupakan suatu peluang.
"Kami di bisnis yang menghubungkan orang, dan Booklet 3G Nokia merupakan evolusi yang alami bagi kami," ujarnya dalam keterangan resmi.Β
"Nokia telah kaya pengalaman dalam hal mobilitas, daya tahan baterai yang mengagumkan, desain premium, serta selalu terhubung. Kami akan membuat personal komputer yang lebih menjangkau semua kalangan, lebih dapat membantu namun tetap personal," Oistamo menandaskan. (ash/faw)