Jika ditanya langsung demikian tentu Nokia akan menampik. Jay Exconde, Country Care Manager Nokia Indonesia berkilah, perusahaan yang diperkuatnya tersebut telah sejak dulu membangun layanan purna jualnya di Indonesia untuk membuktikan bahwa mereka peduli terhadap pelanggan.
"Kita sejak dulu, lebih dahulu berdiri sejak 1996. Dan hari ini saya tidak akan berkomentar apapun mengenai Blackberry," tegasnya, dalam acara peresmian Nokia Care Center di ITC Roxymas, Jakarta, Rabu (5/8/2009).Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hary Hartono, CEO PT Parastar Echorindo, selaku Nokia Care Partner dan Distributor, juga tak mau berspekulasi lebih jauh dengan komitmen RIM di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk menunggunya pada 21 Agustus mendatang sebagai tenggat waktu perusahaan asal Kanada untuk membangun 6 service centernya.
Dalam hal ini Nokia tentu boleh berbangga hati karena telah memiliki 112 care point di 42 kota besar di Indonesia. Sementara RIM baru akan mulai untuk membangun service centernya meski produknya sudah laku keras di kalangan pengguna ponsel Tanah Air. (ash/ash)