Kasus ini bermula saat Dell memasang penawaran online untuk salah satu notebooknya, Latitude E4300 dengan harga yang lebih murah daripada harga retail. Biasanya notebook tersebut dibanderol pada kisaran harga 60.900 dolar Taiwan. Namun, untuk versi online, Dell mematok harga kurang dari sepertiga harga offline.
Ini tentu sangat menggiurkan bagi banyak orang. Tak ayal, sekitar 100.000 pesanan langsung datang 'menyerbu'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 1.400 protes terhadap Dell dilayangkan oleh calon konsumen kepada pemerintah Taipei City. Pihak pemerintah lalu menjatuhkan denda sebesar satu juta dollar Taiwan atau sekitar US$30.500 (lebih dari Rp 300 juta) kepada Dell.
Bagaimana reaksi Dell? Produsen komputer ini minta maaf dan menyebutkan bahwa telah terjadi kesalahan pada sistem harganya. Namun, mereka tidak berkomentar soal denda yang harus dibayarnya.
Dikutip detikINET dari AFP, Jumat (31/7/2009),Β kendati demikian Dell tetap akan meminta calon konsumen untuk membayar dengan harga yang benar, serta menawarkan voucher senilai 20.000 dolar Taiwan per orang sebagai kompensasi.
Terkait permasalahan ini, pihak Fair Trade Commission juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah Dell sengaja 'mengaburkan' harga produknya. Jika terbukti bersalah, perusahaan ini bisa dikenai denda sebesar 25 juta dolar Taiwan. (faw/eno)