Demikian diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jabar Ridwan Dharmasetya kepada detikINET, Senin (29/6/2009).
"Pameran bisa meningkatkan penjualan, tapi secara umum mungkin sedikit mengganggu. Karena jika setiap bulan ada pameran hal ini membuat konsumen akan menunggu pameran untuk membeli komputer ataupun aksesorisnya," tutur Ridwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Braga atau di Lantai Dasar BeMall, Jalan Naripan. Di BeMall saja, dalam dua bulan terakhir telah digelar tiga kali pameran komputer yakni Pameran Komputer
2009, Pameran Nope (Notebook & Hape) 2009, serta Festival Komputer Indonesia (FKI) 2009.
Celakanya, pameran tersebut digelar dalam jangka waktu yang relatif berdekatan. Seperti Nope yang digelar dari tanggal 28 Mei-4 Juni di BeMall dan kemudian
disusul oleh Festival Komputer Indonesia yang digelar di tempat yang sama mulai dari tanggal 11-14 Juni dan tanggal 25-28 di Landmark Braga.
Menurutnya, pameran seringkali diidentikkan dengan harga yang murah, sehingga membuat pameran menjadi bumerang bagi para pedagang.
"Jadi terjebak perang harga antara sesama peserta pameran. Apalagi, di benak masyarakat, pameran identik dengan obral dan diskon. Ini menjadi bumerang bagi
para pedagang," katanya.
Meski demikian, Ridwan mengaku belum ada nada keberatan dari anggota Apkomindo. "Jika ada keberatan dari anggota Apkomindo, kami akan mengimbau kepada para
penyelenggara pameran untuk tidak terlalu sering menggelar pameran," katanya.
(afz/ash)