"AMD tidak ingin bermain di pasar netbook, pasarnya sudah banyak. Kami memilih untuk fokus pada hal-hal yang baru, misalnya seperti ultra thin notebook yang
dikeluarkan HP ini. Kami masuki pasar yang sekiranya menawarkan hal yang baru," kilah Heryanto Arif, Sales Manager AMD Indonesia, di sela-sela peluncuran
notebook HP Pavilion dv2 di Djakarta Theater, Kamis (28/5/2009).
Sepertinya AMD menyadari bahwa sepak terjang Intel yang berjaya dengan Atom pada sederet netbook sulit untuk dibendung. "Memang gila-gilaan itu Intel dengan Atomnya," ujar Heryanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
membocorkan apa strateginya itu.
Saat ini AMD memang masih tertinggal dibanding rivalnya Intel. Menurut Heryanto, dari data IDC, saat ini market share AMD di Indonesia sebesar 15-17 persen untuk semua produk.
"Sementara untuk seluruh dunia, market share kami sekitar 19-20 persen," tandas Heryanto.
Di tempat yang sama juga dilakukan peluncuran notebook baru Hewlett-Packard. Nah kali ini, AMD yang digandeng HP untuk membenamkan prosesor Athlon Neo-nya di notebook HP Pavilion dv2 tersebut.
(faw/ash)