Seperti diketahui selama ini, Jepang merupakan negara maju dengan tingkat kelahiran rendah serta harapan hidup tinggi, sehingga dibutuhkan tenaga untuk membantu para lansia. Oleh karena itu, Jepang memilih menggunakan robot untuk menggantikan peran perawat dalam mengurus kaum lansia.
"Kami berharap akan terus menjadi pemimpin industri robot dengan mempersiapkan pedoman untuk layanan robot," ujar Motoki Korenaga, pejabat kementerian perindustrian dan perdagangan, dikutip detikINET dari AFP, Jumat (27/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang memang merupakan 'surga' robot, mengingat bahwa sekitar 70 persen robot-robot di dunia diciptakan oleh perusahaan di Negeri Sakura ini. Menteri Perdagangan berharap pasar robot Jepang akan terus tumbuh dan mencapai 6,2 triliun yen atau sekitar US$ 63,5 miliar di tahun 2025, meningkat dari 70 juta yen di tahun lalu. (faw/faw)