Menurut ZTE, ponsel yang rencananya akan dipasarkan pada bulan Juni 2009 itu memang ditujukan bagi masyarakat miskin. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (19/2/2009), harganya hanya US$ 40 saja.
ZTE berpartner dengan operator Digicel yang akan menjual ponsel tersebut di berbagai negara miskin seperti Haiti, Samoa dan Papua New Guinea. Mereka optimistis handset tenaga surya itu akan terjual ratusan ribu unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di beberapa negara Afrika misalnya, sebagian masyarakat harus membayar untuk isi ulang ponsel karena mereka tidak memiliki akses listrik. Ponsel murah tenaga surya ini diharapkan jadi solusi bagi mereka.
Handset bermerek Coral-200-Solar tersebut memakai teknologi asal Belanda. Panel tenaga surya ada di belakang ponsel. Isi ulang selama 1 jam di saat matahari bersinar penuh diklaim mampu menyediakan 15 menit talk time. Ponsel ini juga bisa diisi ulang dengan charger biasa.
(fyk/faw)