Sementara di Indonesia, sang raksasa piranti lunak menguasai 30% market share dengan kisaran 60-70 ribu Windows Mobile telah dibenamkan ke dalam smartphone yang sudah sampai ke tangan pengguna akhir.
"Planning kami, tahun ini bisa tumbuh lagi sampai 10-15 persen," kata Technology Manager Microsoft untuk Asia Tenggara, Deddy Kristiadi, di sela peluncuran ponsel Mito, di Club 3 Degrees, FX Plaza, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Windows Mobile sangat berbeda dengan sistim operasi yang ditawarkan BlackBerry. Sebab, produk kami memberi kebebasan perangkat, sangat open dan mudah digunakan," klaim Deddy.
"Terlebih pada versi terbaru Windows Mobile 6.5 dan 6.7 yang akan kami rilis akhir kuartal pertama tahun ini," sambung pria yang hobi mengoleksi hampir setiap gadget mutakhir yang beredar.
Windows Mobile (WM) sejatinya memiliki tiga edisi, yakni WM Classic yang hanya dibenamkan di perangkat PDA tanpa fungsi telepon. Perangkat dengan sistim operasi ini biasanya digunakan oleh restoran besar untuk mencatat pesanan pelanggannya.
Kemudian, WM Standard yang cuma beroperasi di ponsel tanpa fungsi layar sentuh (touchscreen), serta WM Professional yang memiliki fungsi lengkap bisa touchscreen dan telepon.
"Mayoritas pengguna smartphone Windows Mobile di Indonesia menggunakan dua edisi yang terakhir, 70 persen pakai edisi profesional, dan 30 persen sisanya yang edisi Standard," pungkas Deddy. (rou/ash)