Pada mulanya, sebuah kesalahan di situs Motorola mengindikasikan bahwa perusahaan itu menjual produknya ke negara Kuba, Iran, Syria dan Sudan. Padahal, penjualan ke wilayah itu dilarang keras oleh hukum AS.
Akibatnya, seperti dilansir CellularNews dan dikutip detikINET, Kamis (25/9/2008), Motorola menerima surat dari lembaga industri pemerintah AS, Securities & Exchange Commission (SEC). Motorola diminta memberi penjelasan mengenai kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Kuba, Iran, Syria maupun Sudan dikategorikan oleh AS sebagai negara yang mensponsori terorisme. Karena itulah mereka menjadi subyek sanksi ekonomi negara adidaya itu.
Menanggapi kasus ini, pihak Motorola menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak melakukan kontak apapun dengan pihak yang berada di wilayah yang dilarang AS. Mengenai penjualan ke Sudan dijelaskan sebagai bagian dari program kemanusiaan bersama PBB.
Adapun tentang penjualan di negara-negara terlarang lainnya kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan Motorola.
Ingin tahu berbagai info soal ponsel motorola? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/ash)