Opera, perusahaan piranti lunak yang berbasis di Norwegia, sudah pasti akan menjadi satu pihak yang dengan Google di pasaran browser. Bagaimana Opera menyambut kehadiran Google Chrome? Simak wawancara detikINET dengan CEO Opera Jon Stephenson von Tetzchner, via e-mail, Selasa (9/9/2008) berikut ini:
Bagaimana Opera memandang Google Chrome? Apakah akan menjadi pesaing yang layak bagi jajaran browser Opera saat ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menyambut Google ke industri browser, kami juga meminta mereka mengemban tanggungjawab yang kini dimiliki untuk menjamin semua produk dan layanannya bisa berjalan di semua browser. Dengan cara ini, mereka akan melindungi web agar tetap bebas dan terbuka.
Apa strategi Opera menghadapi Google Chrome?
Kami melihat bahwa Google Chrome banyak meminjam ide dari Opera, misalnya:
- Speed Dial (diperkenalkan pada Opera 9.2), yaitu 9 jendela mini pada halaman depan Chrome.
- Pencarian sepenuhnya pada history (diperkenalkan pada Opera 9.5)
- Tab pada bagian atas jendela
- Memisahkan sebuah tab pada jendela baru. Anda bisa men-drag tab ke jendela baru di Opera dan sekarang itu juga bisa dilakukan di Google Chrome.
Kami akan terus berinovasi, sama seperti yang selama ini kami lakukan, dengan fokus pada pengguna dan memberikan pada mereka perangkat yang dibutuhkan untuk browsing yang lebih aman, lebih cepat, lebih produktif dan lebih personal.
(Nantikan bagian kedua dari wawancara ini, hanya di detikINET) (wsh/ash)