Senin, 11 Agu 2008 17:10 WIB

Kolom Telematika

Dicari: 'Warnet Sehat' untuk Mitra Bisnis!

- detikInet
Jakarta - Dunia warnet kini sudah banyak berubah. Sebagai ujung tombak peningkatan penetrasi Internet di Indonesia, warnet kini tak melulu hanya sebagai sebuah industri yang sekedar meritel bandwidth dari PC-ke-PC yang disewa oleh pengunjungnya. Kini warnet sudah mulai memposisikan diri sebagai mitra strategis yang sejajar dengan institusi bisnis lainnya, yang membutuhkan point-of-presence ataupun point-of-sales.

Setidaknya, demikian yang belum lama berselang disampaikan oleh sahabat lama saya Irwin Day, dalam sebuah kesempatan ngobrol santai di sela-sela acara Hari Teknologi Nasional di MGK - Jakarta.

Irwin, yang notabene adalah juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI), memaparkan bahwa kini industri warnet yang dinaunginya terus melakukan pembenahan internal tanpa kenal lelah. Perlahan namun pasti, tatanan industri maupun citra warnet terus dibenahi.

Buktinya saja, kini sejumlah perusahaan teknologi pembayaran non-tunai tengah menjajagi kerjasama dengan sejumlah warnet yang bernaung di bawah AWARI. Ini merupakan salah satu bukti bagaimana upaya pengurus AWARI dalam memoles kredibilitas warnet mulai menuai hasilnya.


Warnet Sehat

Dari ribuan warnet yang diperkirakan ada saling tumbuh silih berganti di Indonesia, yang bergabung dengan AWARI tidaklah seberapa. Dari yang tergabung itu, sekitar 400an warnetnya diklaim oleh Irwin sebagai "warnet sehat".

Warnet sehat, menurut definisi AWARI adalah warnet yang sehat secara bisnis, secara legalitas dan tentu saja secara konten yang diakses. Sehat secara bisnis, ini menandakan warnet tersebut telah mampu menemukan model bisnis yang tepat untuk dijalankannya sehingga mampu menopang keberlanjutan bisnis tersebut.

Sedangkan sehat dalam konteks legalitas, ini merupakan warnet yang telah memiliki sejumlah dokumen keabsahan yang ditentukan oleh peraturan pemerintah dalam kaitan menjalankan operasional bisnis warnet. Legalitas tersebut juga termasuk didalamnya soal penggunaan sistem operasi yang tidak melanggar hak cipta, baik itu produk proprietary ataupun open source.

Sehat dari sisi konten yang diakses, menjamin warnet-warnet yang masuk dalam kategori "warnet sehat" ini telah melakukan berbagai upaya pemblokiran teraksesnya situs pornografi oleh para pelanggannya. Metode Open DNS adalah salah satu upaya teknis yang dikerjakan secara keroyokan oleh anggota AWARI, yang memungkinkan proses pemblokiran situs pornografi bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

Metode Open DNS ini, yang terus disempurnakan mekanismenya oleh AWARI ini, bahkan dapat digunakan oleh institusi lain, selain anggota AWARI. Misalnya oleh para Internet Service Provider (ISP) ataupun pengelola jaringan RT/RW-net.

Selain itu untuk mendukung sehat dari sisi konten ini, interior warnet juga dibuat lebih terbuka, sehingga tak lagi memasang sekat-sekat yang tertutup sangat rapat. Sehingga pelanggan tak lagi diberi kesempatan untuk bisa "asyik-masyuk" mengakses situs-situs dewasa sempat yang luput dalam upaya pemblokiran.

Bahkan, menurut penuturan Irwin, sejumlah warnet yang tergolong "warnet sehat" ini juga telah memiliki model pencatatan pelanggan yang menyewa akses Internet tersebut. Dengan demikian, faktor keamanan dari sisi software maupun hardware yang terpasang di warnet tersebut dapat lebih terjamin.


Telah Berubah

Dengan beranggotakan warnet yang masuk dalam kategori "warnet sehat", tak pelak AWARI menjadi incaran sejumlah mitra bisnis. Selain perusahaan teknologi pembayaran non-tunai seperti disebutkan di atas, banyak pula perusahaan yang bergerak dalam produk konsumer (consumer goods) yang ingin bermitra dengan AWARI dan anggotanya.

Mereka, para perusahan tersebut, ingin memperluas daya cakupan bisnis mereka dengan menjadikan para warnet tersebut sebagai point-of-sales ataupun point-of-presence mereka. Dari perusahaan rokok, minuman ringan bahkan hingga perusahaan public relation (PR) terus melakukan penjajagan kerjasama dengan AWARI.

Menurut Irwin, kini industri warnet, khususnya yang bernaung dalam AWARI, telah berubah. Dahulu, citra warnet identik dengan hutan rimba yang tak jelas baik dari sisi kelayakan bisnis hingga faktor keamanan penggunanya dari serangan virus hingga intipan spyware.

Dengan melakukan berbagai pembenahan di tingkat organisasi hingga peningkatan kemampuan teknis pengelola warnet, kini pelanggan warnet dapat melakukan kegiatan ber-Internet, transaksi bisnis atau[un keuangannya secara online di warnet dengan aman.

Para mitra bisnis terkait pun dapat dengan tenang menjalin kerjasama yang sinergis dengan setiap warnet, dengan AWARI sebagai fasilitatornya. Seperti telah ditekankan oleh Irwin, ujung-ujungnya dengan model bisnis dan kemitraan yang sehat, warnet akan dapat bertahan dan terus tumbuh di tengah masyarakat yang haus akan informasi. Pun, peningkatan penetrasi Internet di Indonesia akan makin terbantukan dengannya.


*) Penulis adalah peminat teknologi informasi (TI), dapat dihubungi melalui e-mail dbu[at]donnybu.com






(dbu/dwn)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed