Demikian dikemukakan CEO Friendster, Richard Kimber, dalam conference call dengan wartawan dari Indonesia, Rabu (6/8/2008). "Belum ada yang pasti. Tapi kami terbuka untuk kemungkinan itu. Indonesia merupakan salah satu negara yang kami lihat," ujarnya.
Dana yang berupa modal ventura itu menurut Kimber akan digunakan juga untuk investasi membangun kantor dan kantor cabang baru serta investasi sumber daya manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia diakui sebagai salah satu pasar yang menjadi fokus Friendster. Bahkan Kimber menyebutkan Indonesia memiliki banyak pengguna untuk layanan Friendster Mobile yang usianya baru beberapa bulan saja.
Kimber pun menyeru pada pengembang aplikasi di Indonesia untuk bisa membuat aplikasi di Friendster. "Saat ini ada banyak aplikasi di Friendster, tapi kami ingin melihat lebih banyak aplikasi yang berasal dari Indonesia," ujarnya.
Mau bicara bisnis seputar dunia TI? Gabung saja dengan detikINET Forum.
(wsh/ash)