Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Service Oriented Architecture
Bermain Lego, Menyusun Jalan Raya Aplikasi TI
Service Oriented Architecture

Bermain Lego, Menyusun Jalan Raya Aplikasi TI


- detikInet

Jakarta - Bagi sebuah perusahaan besar, aplikasi-aplikasi teknologi informasi (TI) yang digunakan di dalamnya bisa diibaratkan mainan lego. Masing-masing aplikasi bisa saling terpasang tapi bisa juga tidak. Dengan konsep Service Oriented Architecture (SOA), perusahaan bisa menyusun sebuah 'jalan raya' yang akan menghubungkan semua bangunan lego yang ada tanpa perlu membongkarnya habis-habisan.

Ya, seperti bermain lego, sebuah perusahaan besar kerap memiliki banyak aplikasi yang masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Misalnya, ada aplikasi akuntansi untuk mengelola keuangan, aplikasi Enterprise Resource Planning untuk menjamin kelancaran produksi, aplikasi penjualan, Human Resource dan masih banyak lagi.

Ketika berbagai aplikasi tersebut hendak disatukan, atau paling tidak bisa saling berkomunikasi, dibutuhkan 'balok' penghubung dari masing-masing aplikasi ke setiap aplikasi lainnya. Artinya, semakin banyak aplikasi yang akan dihubungkan, semakin banyak pula penghubung yang dibutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam media workshop Service Oriented Architecture (SOA) yang digelar di CTI Technology Center, Jakarta, Selasa (13/5/2008), Henry Chandra, President Director, PWS Consulting, mengatakan praktek point-to-point tersebut akan sangat merepotkan. Terutama, ujarnya, jika kebutuhan perusahaan sudah semakin kompleks.

SOA Middleware, Sebuah Jalan Raya

Dalam kondisi tersebut, ujar Henry, perusahaan akan berjalan lebih efektif dan efisien jika menerapkan Service Oriented Architecture (SOA) dengan middleware pada lingkungan aplikasinya. Sebelum membahas SOA, ada baiknya dikenali dulu apa yang disebut dengan middleware. Ini adalah istilah yang merujuk pada piranti lunak yang berada di antara aplikasi lain pada sebuah jaringan.

Nah, SOA merupakan konsep arsitektur middleware tersebut. Konsep ini pada dasarnya adalah membuat bagaimana agar setiap aplikasi yang terhubung bisa saling 'meminjam fungsi dan data' atau dengan kata lain saling menyediakan jasa/layanan.

Oke, mungkin akan lebih mudah jika digunakan analogi. Henry menganalogikan SOA seperti apa yang terjadi pada jalan super-sibuk Orchard Road di Singapura. Di Jakarta, bolehlah ini disamakan dengan jalan Sudirman atau MH Thamrin.

Toko-toko yang ada di jalan raya itu bisa diibaratkan semua aplikasi yang digunakan perusahaan. Terdapat toko pakaian, restoran, hotel, penjual makanan di pinggir jalan dan lain sebagainya.

Masing-masing toko itu harus bisa saling terhubung, dalam hal ini dianalogikan dengan manusia yang mengunjungi Orchard Road harus bisa bertransaksi dengan setiap toko. Artinya, mendapatkan layanan dari setiap toko itu.

Orchard Road sendiri dianalogikan sebagai Enterprise Services Bus (ESB). Di jalan raya ini semua toko bisa terhubung dan calon pelanggan setiap toko bisa memanfaatkan Orchard Road untuk mendapatkan layanan dari masing-masing toko.

Agar bisa berada di Orchard Road, setiap toko itu harus memenuhi persayaratan tertentu. Misalnya, membayar pajak, memiliki kasir, menggunakan mata uang dolar singapura dan lain sebagainya. Dalam SOA 'persyaratan' ini adalah bagian dari aplikasi yang terhubung ke ESB.

Henry mengatakan, umumnya yang digunakan saat ini adalah basis web service. Artinya, setiap aplikasi yang digunakan perusahaan harus bisa menyediakan layanannya melalui antarmuka situs web.

Peta Jalan dan Jadwal Belanja

Melanjutkan analogi Orchard Road tersebut, pebelanja yang efektif dan efisien akan memanfaatkan direktori pertokoan Orchard saat melakukan perbelanjaan. Ia juga akan menyusun jadwal belanjanya agar bisa mendapatkan semua layanan yang dibutuhkan (mulai dari membeli baju hingga makan siang) dalam alokasi waktu tertentu.

Bisnis yang efektif dan efisien, dengan memanfaatkan SOA, juga bisa melakukan hal itu. Tercapainya adalah melalui lapisan aplikasi yang disebut Business Process Management (BPM).

Menurut Henry, di masa lalu proses bisnis ini biasanya dibuat dalam bentuk flowchart (diagram alur) yang kemudian dicetak dan digantungkan pada sebuah dinding. "Lalu kita berharap semua orang akan mematuhinya, entah benar dipatuhi atau tidak," ujarnya.

Dengan penerapan SOA, Henry mengatakan masa-masa menggantungkan diagram di dinding sudah berlalu. Hal itu digantikan dengan BPM, sebuah aplikasi yang bisa menyusun proses bisnis yang diperlukan sekaligus menetapkan aplikasi apa yang harus saling berkomunikasi saat proses itu berjalan.

Contohnya, dalam workshop yang digelar di CTI Technology Center tersebut, peserta menyusun BPM untuk proses pembelian barang dengan menggunakan kartu kredit. Di dalam BPM tersebut ditetapkan aplikasi apa saja yang terkait dan bagaimana hubungan antar aplikasi tersebut. Didemonstrasikan pula kemudahan penyusunan BPM dengan Oracle JDeveloper yang diibaratkan bermain lego. Cukup menyeret salah satu 'balok' aplikasi yang diinginkan dan meletakkannya pada alur proses bisnis.

Mata Dewa

Lapisan teratas dari SOA Middleware adalah Business Activity Monitoring. Melalui BAM ini, manajemen bisa melihat jalannya proses bisnis dan mengetahui jika terjadi kelambatan, penundaan atau bahkan kegagalan dalam aktivitas yang dilakukan.

Jika dikembalikan ke analogi Orchard Road tadi, hal ini diibaratkan 'mata dewa' yang mampu melihat ke mana setiap pebelanja pergi dan apa saja yang sedang dilakukannya. 'Mata dewa' ini juga mengetahui jadwal pebelanja dan bisa memastikan apakah jadwal itu terpenuhi atau tidak.

BAM memungkinkan para pengambil keputusan di sebuah perusahaan untuk mengawasi data terkait proses bisnis yang terjadi di perusahaannya. Data itu kemudian bisa digunakan dalam menentukan pemecahan masalah maupun demi meningkatkan produktivitas perusahaan.

Data yang terkumpul melalui SOA ini juga memungkinkan perusahaan untuk bereaksi lebih baik menghadapi pelanggan atau kliennya. Dengan demikian, ujar Henry, kesetiaan pelanggan diharapkan bisa ikut terjaga.

Oracle Fusion Middleware, adalah sebuah paket solusi dari Oracle yang disebutkan bisa memenuhi kebutuhan sebuah perusahaan terhadap SOA tersebut. Saat ini Oracle disebutkan sedang terus melengkapi rangkaian piranti lunaknya agar bisa memenuhi semua kebutuhan perusahaan yang hendak menerapkan SOA.

Henry mengatakan, semua perusahaan besar bisa memanfaatkan SOA. Namun, manfaat SOA akan sangat terasa pada perusahaan yang lingkungan aplikasinya heterogen. Misalnya, sebuah bank yang masih banyak menggunakan aplikasi di mainframe atau legacy system lainnya.
(wsh/wsh)




Hide Ads