Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Rampungkan Konsolidasi TI Perusahaan

Telkom Rampungkan Konsolidasi TI Perusahaan


- detikInet

Jakarta - Telkom merampungkan proses konsolidasi teknologi informasi (TI) dalam tubuh perusahaan yang telah dimulai sejak 2005 lalu dengan masuknya PT Sigma Cipta Caraka.

Menurut Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Arief Yahya, kehadiran Sigma membuat Telkom semakin kuat karena perusahaan tersebut merupakan spesialis di bidang solusi TI. Sigma menjadi anak perusahaan Telkom setelah diakuisisi bulan lalu.

Arief menuturkan, Sigma mendapat tugas melayani jasa solusi risiko bisnis disaster recovery centre (DRC) sekaligus melakukan konsolidasi TI di lingkungan grup Telkom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahap awal kita serahkan DRC untuk Telkom, Telkomsel atau grup ke Sigma," ucapnya di sela seminar bertajuk 'Managing Your Business in Any Disaster' di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (26/3/2008).

Sementara Direktur IT and Supply Telkom Indra Utoyo menjelaskan konsolidasi tersebut diharapkan bisa membentuk pusat TI di Telkom grup yang memudahkan layanan pelanggan dalam satu atap terpusat.

"Selama ini, Telkomsel dan Flexi sendiri-sendiri. Jadi nanti, layanan akan terpusat seperti bundling, billing dan lainnya," tukasnya. "Dengan IT centre ini, Telkom bisa lebih efisien dalam perawatan dan sumber daya manusia, sehingga infrastruktur cukup di satu tempat saja," Indra menambahkan.

Telkom dalam kesempatan ini mengenalkan solusi DRC yang dilabeli Telkom Solution sebagai alternatif solusi sistem informasi untuk diimplementasikan di daerah bencana.

"Solusi telekomunikasi terpadu dan efektif saat ini menjadi kebutuhan di tengah situasi bencana yang sering melanda tanah air. Karena itu perlu kami luncurkan kembali," kata Arief Yahya.

Menurutnya, Telkom merasa perlu mengenalkan lagi produk tersebut karena akhir-akhir ini bencana kerap menimpa Indonesia sehingga setiap perusahaan perlu memiliki skenario tertentu untuk menjalankan operasional saat bencana.

Bencana alam seperti banjir, tanah longsor atau gempa bumi sering menyebabkan terganggunya sistem telekomunikasi akibat hancurnya infrastruktur seperti base tranceiver station (BTS) ataupun pasokan listrik. Dampaknya, layanan pada pelanggan akan terganggu.

"Kita terus mendengarkan kebutuhan pelanggan korporasi ini untuk kelak kita tawarkan solusi TI yang efektif, tidak hanya saat bencana tapi juga efektif dalam berbagai situasi," tandasnya. (rou/dwn)







Hide Ads
LIVE