Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day memperkirakan, saat ini jumlah warnet yang ada di tanah air berjumlah sekitar 10 ribu warnet.
"Perkembangan warnet yang cukup tinggi terlihat di akhir tahun 2007 yang dipengaruhi oleh harga akses dari Telkom speedy yang terus turun sehingga banyak orang yang tertarik untuk membuka warnet," ujar Irwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dari jumlah sekitar 10 ribu warnet yang ada saat ini, yang tercatat sebagai anggota Awari masih relatif sedikit. Yakni, baru 180 orang anggota dengan jumlah warnet sekitar 500 buah.
Nasib .war
Sementara itu terkait masih menggantungnya nasib nama pengganti domain warnet yang sebelumnya bernama .war, Awari mengaku telah berdiskusi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) untuk membahasnya.
"Pada dasarnya kami setuju dengan penutupan domain tersebut. Mengenai pengganti domain warnet saya kira bisa ditentukan kemudian," tukas Irwin.
Dan sementara, sebaiknya pengguna domain war.net.id menggunakan domain .id yang lain saja seperti web.id ataupun co.id, tandasnya.
Sekadar informasi, domain .war yang ditujukan bagi para warnet sebelumnya direncanakan Pandi bakal segera diganti. Pasalnya, domain .war sering kali dianggap sebagai domain perang oleh berbagai pihak.
(ash/ash)