Kontan saja hal ini menuai kritik karena misi OLPC tidak mencantumkan Amerika Serikat sebagai salah satu targetnya. Keseriusan OLPC untuk melangkah ke AS terlihat dari telah adanya Direktur dan Kepala OLPC AS, yang bermarkas di Washington D.C.
"Kami mencoba melakukan hal ini melalui 50 negara bagian," tutur Nicholas Negroponte, ketua OLPC. Ia juga mengemukakan alasan di balik keputusan untuk memasukkan AS sebagai target mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun alasan awal OLPC tidak mencantumkan AS sebagai target mereka karena masyarakat AS dipandang lebih mampu dalam hal ekonomi dibandingkan dengan masyarakat di negara berkembang.
Seperti dikutip detikINET dari PC World, Senin (14/1/2008), di AS, orang mampu mengeluarkan uang USD 10.000 atau sekitar Rp 90 juta per tahun untuk pendidikan anak mereka, sedangkan di Bangladesh, rata-rata hanya mampu mengeluarkan uang sebesar USD 20 atau sekitar Rp 180 ribu. (dwn/dwn)