Sea, raksasa teknologi milik miliarder Singapura Forrest Li, akan menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi platform komputasi AI generasi berikutnya dari Nvidia, Vera Rubin.
Investasi ini akan memberikan perusahaan induk dari Shopee, Garena, dan bisnis layanan keuangan digital Monee tersebut daya komputasi yang lebih besar untuk mengembangkan model kecerdasan buatan dan agen AI dalam skala besar.
Vera Rubin menggabungkan CPU Vera baru dari Nvidia, dengan unit pemrosesan grafis (GPU) Rubin, serta teknologi jaringan untuk menangani beban kerja AI berat. Raksasa chip Amerika Serikat itu menyatakan Vera Rubin memproses beban kerja agen AI 10 kali lebih cepat dari generasi sebelumnya, Grace Blackwell.
Dikutip detikINET dari VN Express, Sea tak mengungkap berapa banyak sistem yang rencananya akan dikerahkan ataupun nilai dari investasi tersebut. Perusahaan yang berbasis di Singapura tersebut tengah mendorong bisnis AI native, di mana teknologi A semakin banyak digunakan di ketiga operasi utamanya.
Di Garena, karyawan telah membangun lebih dari 1.300 chatbot dan agen AI, serta mengembangkan rekan AI yang mampu memahami dan merespons pemain real time.
Shopee memakai AI untuk membantu penjual membuat daftar produk serta meningkatkan penemuan produk dan keterlibatan pelanggan. Sea menyebut tool pembuat konten berbasis AI berkontribusi ke peningkatan konversi pembelian 14% year on year di kuartal pertama. Monee, layanan keuangan digitalnya, menggunakan AI untuk mendeteksi penipuan dan menilai risiko kredit.
Perusahaan ini terus mempercepat investasi AI-nya di bawah pimpinan Li, pendiri, chairman, sekaligus CEO yang kini berusia 48 tahun. Pada April, Sea mendirikan AI Centre of Excellence di Singapura untuk mengembangkan kemampuan AI dan menciptakan berbagai peran baru di sejumlah bidang.
Mereka juga memperluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan AI terkemuka AS. Bulan Juni, Sea memperdalam kemitraan dengan OpenAI untuk mengembangkan e-commerce bertenaga AI di Asia Tenggara dan Brasil, memperluas akses ChatGPT bagi pengguna dan penjual Shopee, serta mempromosikan penggunaan agen pengodean Codex.
Dalam memo kepada karyawan pada Oktober 2025, Liu mengatakan AI dapat membantu Sea mencapai kapitalisasi pasar USD 1 triliun. Li menduduki peringkat orang terkaya ke-10 Singapura dengan kekayaan USD 7,7 miliar dalam daftar orang terkaya Singapura versi Forbes tahun 2026, turun dari USD 11,2 miliar tahun sebelumnya.
Simak Video "Video: Herdman dan Gavin Lee, Siapa Unggul?"
(fyk/fyk)