Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Diplomasi Ala Tim Cook: Bermanuver di Antara Perang Dagang AS-China

Diplomasi Ala Tim Cook: Bermanuver di Antara Perang Dagang AS-China


Anggoro Suryo Jati - detikInet

CEO Apple Tim Cook
CEO Apple Tim Cook yang akan purna bakti (Foto: Forbes)
Jakarta -

Masa kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO Apple selama 15 tahun tidak hanya akan dikenang lewat jajaran produk revolusionernya, tetapi juga karena kemampuannya berdiplomasi di tengah pusaran geopolitik global yang ekstrem.

Warisan terbesarnya adalah efisiensi dalam menyeimbangkan posisi Apple di antara dua poros kekuatan besar: Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump.

Menjaga Hubungan Erat dengan China

Jauh sebelum menjabat sebagai CEO pada 2011, Cook adalah otak di balik kokohnya rantai pasok dan dominasi manufaktur Apple di China. Namun, posisi strategis ini membawa tantangan tersendiri ketika Apple terseret dalam isu-isu sensitif mulai dari sensor konten, privasi data pengguna, hingga tuduhan kerja paksa di pabrik mitra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengamankan pasar terbesar dan lini produksi utamanya, Cook dengan cermat mengambil langkah-langkah penting:

ADVERTISEMENT
  • Kompromi Regulasi: Pada 2014, Apple memutuskan untuk memindahkan penyimpanan data pengguna China ke server lokal demi mematuhi regulasi pemerintah setempat, meski Apple tetap mengontrol kunci enkripsinya di luar negeri.
  • Diplomasi Tingkat Tinggi: Cook secara konsisten hadir dalam berbagai pertemuan eksklusif dengan Presiden Xi Jinping, bersanding bersama jajaran pemimpin teknologi global lainnya demi menjaga stabilitas bisnis Apple di Tiongkok.

Menjinakkan Kebijakan Proteksionisme Donald Trump

Di sisi lain, Cook juga harus menghadapi tekanan politik di kandang sendiri saat Donald Trump melancarkan perang dagang melawan China. Alih-alih melakukan konfrontasi terbuka, Cook memilih pendekatan diplomasi Gedung Putih yang pragmatis:

  • Lobi Tarif: Cook sukses meredam hantaman tarif impor tinggi yang diberlakukan AS terhadap produk andalan seperti Apple Watch.
  • Simbol Politik: Cook tahu cara memenangkan hati Trump melalui gestur-gestur simbolis yang berbiaya relatif rendah bagi Apple, seperti mendampingi tur pabrik hingga mempersembahkan plakat kaca dan emas Corning sebagai simbol investasi produksi di dalam negeri.
  • Komitmen Investasi Domestik: Untuk meredam ancaman tarif yang lebih merusak, Cook mengikat komitmen finansial besar guna memperluas fasilitas manufaktur Apple di Amerika Serikat.

Transisi Peran Menjelang Akhir Masa Jabatan

Meskipun Cook kini telah bersiap menanggalkan kursi CEO dan bertransisi menjadi Executive Chairman Apple--dengan John Ternus sebagai penerusnya--jejak pengaruh geopolitik Cook tidak akan serta-merta hilang. Apple secara khusus mengonfirmasi bahwa Cook akan tetap memegang kendali utama dalam bernegosiasi dengan para pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Berkat kelihaian diplomasi tingkat tingginya dalam meredam gesekan dua kekuatan adidaya dunia, Cook berhasil memastikan mesin bisnis raksasa Cupertino terus melaju tanpa hambatan berarti di tengah badai geopolitik global, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (2/9/2026).



(asj/fay)




Hide Ads