Meningkatnya adopsi cloud, kecerdasan buatan (AI), dan layanan digital membuat kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur yang bukan hanya cepat, tetapi juga aman semakin besar. Kondisi ini mendorong PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) memperluas portofolio solusi edge cloud melalui kemitraan dengan Fastly.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses perusahaan di Indonesia terhadap teknologi yang dapat meningkatkan performa situs web dan aplikasi sekaligus memperkuat perlindungan terhadap ancaman siber.
Langkah ini menyasar sejumlah sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap layanan digital, mulai dari perbankan, ritel, telekomunikasi hingga perusahaan digital-native.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sendiri tengah mengalami percepatan transformasi digital. Berdasarkan proyeksi Mordor Intelligence yang dikutip dalam materi kemitraan, pasar transformasi digital Indonesia diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 19,11% pada periode 2026-2031.
Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengandalkan aplikasi digital, API, dan infrastruktur cloud dalam menjalankan bisnis.
Persoalannya, peningkatan ketergantungan terhadap infrastruktur digital juga memperbesar tuntutan terhadap kinerja dan keamanan. Di sisi lain, perkembangan AI dan otomatisasi turut memungkinkan munculnya ancaman siber yang semakin canggih.
Kondisi tersebut membuat perusahaan menghadapi tantangan ganda: menjaga layanan digital tetap cepat dan tersedia, sekaligus memastikan aplikasi dan API terlindungi dari serangan.
Direktur Synnex Metrodata Indonesia Lie Heng mengatakan kemitraan dengan Fastly hadir ketika perusahaan-perusahaan di Indonesia tengah meningkatkan investasi pada data dan keamanan siber.
"Kemitraan antara PT Synnex Metrodata Indonesia dan Fastly terjalin pada saat yang krusial, di mana organisasi-organisasi di Indonesia sedang memprioritaskan investasi di bidang data dan keamanan siber," kata Lie.
Melalui kerja sama ini, SMI akan memperluas akses terhadap platform programmable edge cloud milik Fastly sekaligus memberikan dukungan kepada mitra dan pelanggan mulai dari tahap pre-sales, implementasi, hingga layanan setelah penjualan.
Dari sisi teknologi, platform Fastly mencakup layanan content delivery, keamanan aplikasi dan API, edge computing, serta observabilitas.
Berbeda dari pendekatan yang hanya berfokus pada pengiriman konten, arsitektur edge yang dapat diprogram memungkinkan pemrosesan konten, aplikasi, dan keputusan keamanan dilakukan lebih dekat dengan pengguna.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk menekan latensi sekaligus meningkatkan keandalan layanan digital. Bagi perusahaan yang mengandalkan aplikasi sebagai bagian utama dari layanan kepada pelanggan, kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika volume transaksi dan interaksi digital terus meningkat.
SMI juga akan memanfaatkan ekosistem channel dan keahlian lokalnya untuk membantu mitra dan pelanggan mengimplementasikan teknologi tersebut di berbagai sektor.
Sementara itu, Area Vice President, Asia Fastly Rachel Ler menilai Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan digital yang semakin kuat, dengan perusahaan yang mempercepat adopsi digitalisasi, AI, dan cloud.
"Seiring dengan semakin cepatnya transformasi ini, organisasi membutuhkan infrastruktur yang mampu menghadirkan performa luar biasa dan keamanan yang tangguh dalam skala besar," ujar Rachel.
Kemitraan dengan SMI, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen Fastly untuk memperluas pemanfaatan platform edge cloud di Indonesia dengan menggabungkan teknologi global Fastly dan jaringan channel SMI di pasar lokal.
Pada akhirnya, persaingan infrastruktur digital tidak lagi hanya mengenai seberapa cepat sebuah situs atau aplikasi dapat diakses. Ketika perusahaan semakin bergantung pada layanan digital, performa, keamanan, ketahanan, dan kemampuan pengembang untuk melakukan inovasi secara cepat menjadi bagian yang saling berkaitan.
Kebutuhan tersebut menjadi ruang yang dibidik SMI dan Fastly melalui kemitraan mereka, terutama ketika transformasi digital Indonesia memasuki fase yang semakin erat dengan cloud dan AI.

