Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Rencana Gila Elon Musk Penuhi Orbit dengan 100.000 Satelit Starlink

Rencana Gila Elon Musk Penuhi Orbit dengan 100.000 Satelit Starlink


Fino Yurio Kristo - detikInet

Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Satelit Starlink di orbit Bumi. Foto: Space.com
Jakarta -

CEO SpaceX, Elon Musk, mengincar pembaruan besar-besaran Starlink, dengan meningkatkan skalanya dari 10.000 menjadi 100.000 satelit. "Kami mungkin akan menempatkan di orbit lebih dari 100.000 satelit hanya untuk komunikasi," ujarnya dalam perbincangan dengan CEO JP Morgan, Jamie Dimon, belum lama ini.

Dikutip detikINET dari PC Mag, Musk juga menyebut tentang peningkatan sepuluh kali lipat untuk konstelasi Starlink yang melibatkan satelit V3 generasi terbaru dari SpaceX.

Musk mengklaim SpaceX memasuki fase pertumbuhan signifikan yang akan butuh lebih banyak modal. Ini termasuk peluncuran data center di orbit, yang jumlahnya bisa mencapai 1 juta satelit, membuat lebih dari 15.000 satelit aktif saat ini terlihat sangat kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Selain itu, Musk menyinggung peningkatan Starlink menggunakan satelit V3 mendatang, yang dijadwalkan mengangkasa akhir tahun ini menggunakan roket Starship. "Versi 3, tergantung bagaimana Anda menghitungnya, kemampuannya 10 hingga 20 kali lipat lebih canggih daripada satelit versi 2," cetusnya.

Satelit V3 dirancang menawarkan kecepatan internet gigabit. Musk juga menyebut desain generasi terbaru memuat tiga chip yang jauh melampaui teknologi saat ini. Konstelasi yang dihasilkan menjanjikan ketersediaan bandwidth 100 kali lebih besar sekaligus memangkas latensi hingga setengah berkat orbit lebih rendah.

"Saya rasa ini benar-benar akan menjadi sarana komunikasi dengan bandwidth tertinggi dan latensi terendah. Masa depan AI dan robot pada kenyataannya akan perlu jauh lebih banyak bandwidth dari yang kita gunakan saat ini," kata Musk mengenai Starlink V3.

Belum jelas apakah angka 100.000 juga mencakup satelit Starlink Mobile, yakni layanan satelit ke ponsel. Tahun lalu, SpaceX mengajukan permohonan ke Komisi Komunikasi Federal AS untuk mengoperasikan 15.000 satelit yang fokus pada konektivitas ponsel. Jumlah satelit Starlink direct to cell saat ini sekitar 650 unit.

Target 100.000 satelit mengejutkan, mengingat Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, mengatakan angka berbeda sebelumnya "Saya tidak berpikir kita akan punya lebih dari 15.000 atau 20.000 satelit Starlink," sebutnya, mengindikasikan bahwa konstelasi internet satelit ini mungkin akan stagnan di titik tertentu.

Starlink merupakan pendorong pendapatan utama SpaceX, yang akan menghadapi tekanan untuk memberikan hasil keuangan kuat karena perusahaan resmi melantai di bursa saham.

Ekspansi 10 kali lipat konstelasi Starlink dapat meningkatkan kapasitasnya secara eksponensial, memungkinkan melayani lebih banyak pengguna. CEO JP Morgan bahkan menyinggung kemungkinan bahwa Starlink suatu saat dapat menggantikan kebutuhan akan kabel internet bawah laut.

Perusahaan tersebut juga melaporkan jumlah pelanggan Starlink yang aktif melampaui 12 juta. Meski demikian, rencana SpaceX memperluas Starlink menuai keluhan dari kelompok lingkungan, astronom, serta masyarakat yang peduli akan kemungkinan satelit tersebut menciptakan polusi cahaya dan merusak ozon.

Untuk meluncurkan dan mengoperasikan 100.000 satelit, perusahaan perlu mengamankan persetujuan lebih lanjut dari regulator AS yang saat ini membatasi jumlah Starlink pada angka 19.400.



(fyk/fyk)




Hide Ads