×
Ad

Komponen Perangkat Ini Langka Karena Pabriknya di Arab Saudi Tutup

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 19 Jun 2026 08:15 WIB
Ilustrasi PCB. Foto: Getty Images/iStockphoto/golubovy
Jakarta -

Kebanyakan orang mungkin tidak pernah memikirkan apa saja material yang menyusun sebuah papan sirkuit. Namun, sebuah bahan baku resin yang jarang diketahui publik kini tengah menjadi ancaman serius bagi industri teknologi global.

Resin polyphenylene ether (PPE) tingkat kemurnian tinggi memegang peran sangat krusial dalam produksi papan sirkuit cetak (PCB). Material ini berfungsi untuk menahan panas, menjaga stabilitas sinyal, dan memastikan keandalan perangkat. Tanpa resin ini, smartphone, laptop, server Kecerdasan Buatan (AI), pemancar 5G, hingga mobil listrik tidak akan bisa beroperasi maksimal.

Krisis bermula ketika kompleks industri dan petrokimia raksasa di Jubail, Arab Saudi, terpaksa berhenti beroperasi awal tahun ini, memicu efek domino yang melumpuhkan rantai pasok elektronik dunia.

Berikut adalah rangkuman krisis pasokan resin global yang mengancam industri teknologi:

1. Imbas Serangan dan Krisis Jalur Logistik

Gangguan di Jubail sebenarnya tidak murni dimulai dari serangan rudal pada 6-7 April 2026 lalu. Sejak akhir Maret, sejumlah pabrik sudah mulai ditutup karena pengiriman kargo melalui Selat Hormuz dinilai terlalu berbahaya akibat memanasnya konflik. Serangan rudal kemudian memperparah sistem logistik yang sudah lumpuh tersebut.

CEO Dow, Jim Fitterling (yang memiliki perusahaan patungan dengan Saudi Aramco di kompleks tersebut), memperkirakan bahwa butuh waktu setidaknya "275 hari lebih" sebelum sistem logistik dan rantai pasok bisa kembali normal.

2. Harga Papan Sirkuit (PCB) Meroket 40%

Bagi industri teknologi, waktu pemulihan tersebut sangatlah memberatkan. Mengganti resin dengan bahan alternatif lain bukanlah perkara mudah, karena pabrikan harus merancang ulang papan sirkuit, menguji kembali performanya, dan mengurus ulang sertifikasi keamanannya.

Akibatnya, harga komponen pun melonjak tajam:

  • Berdasarkan catatan Goldman Sachs, harga PCB secara global telah melonjak hingga 40% antara Maret dan April.
  • TTM, produsen PCB asal AS, menaikkan harga jualnya di kisaran 5% hingga 25%.
  • Waktu tunggu (lead time) untuk input resin epoksi melonjak drastis dari yang biasanya hanya 3 minggu, kini menjadi 15 minggu.

Pakar rantai pasok dari Wichita State University, Profesor Usha Haley, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kompleks Jubail memasok sekitar 70% kebutuhan resin PPE kemurnian tinggi dunia. "Produksi kini terhenti total, dan tidak ada pemasok alternatif yang mampu menutupi kekosongan tersebut," jelasnya.



Simak Video "NGOPI x Telkomsel 5G : Powered by AI: Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa"


(asj/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork