Di industri penyedia layanan internet (ISP) lokal, menggunakan platform pihak ketiga untuk mengurus manajemen pelanggan dan sistem penagihan (billing) adalah hal yang sangat lumrah. Keputusan itu biasanya diambil demi kepraktisan. Namun, langkah berbeda justru diambil oleh PT Lintas Jaringan Nusantara (LJN).
Setelah 13 tahun beroperasi dan mengantongi ratusan ribu pengguna, LJN memutuskan untuk melepas ketergantungan pada vendor eksternal. Sebagai gantinya, mereka menugaskan tim programmer internalnya untuk meracik sebuah sistem billing yang dibangun dari nol.
Langkah ini menunjukkan pergeseran strategi LJN, dari yang sebelumnya murni berfokus sebagai penyedia pipa koneksi (jaringan internet), kini mulai menunjukkan taringnya dalam pengembangan teknologi perangkat lunak internal.
Mengapa 'Repot' Membuat Sistem Sendiri?
Bagi sebuah penyedia internet, sistem billing bukan sekadar alat untuk mencetak tagihan bulanan. Sistem ini adalah "otak" operasional yang mengatur pengalaman pelanggan, mulai dari pendaftaran, pembayaran, hingga otomatisasi buka-tutup jaringan saat terjadi tunggakan.
Ketika sebuah ISP bergantung pada sistem pihak ketiga, mereka sering kali terbentur pada masalah fleksibilitas. Pembaruan fitur biasanya harus menunggu dari pihak vendor, dan integrasi dengan layanan baru kerap memakan waktu lama.
CEO LJN, Kristoforus Hakim, menyadari bahwa untuk bisa tumbuh lebih besar, kendali operasional tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke pihak luar.
"Dengan memiliki sistem billing sendiri, LJN kini memiliki kendali penuh atas kualitas layanan dan pengalaman pelanggan dari ujung ke ujung (end-to-end). Ini adalah investasi strategis untuk pertumbuhan jangka panjang," tegas Kristoforus dalam keterangan yang diterima detikINET.
Bukan Sekadar Alat Penagih
Platform buatan internal ini tidak hanya menyelesaikan masalah administratif, tetapi juga difokuskan untuk memangkas birokrasi layanan (customer journey) yang sering kali dikeluhkan pelanggan ISP pada umumnya.
Beberapa kapabilitas utama yang ditanamkan oleh tim pengembang LJN pada platform ini meliputi:
- Portal Kemandirian Pelanggan (Self-Service): Pengguna tidak perlu lagi membuang waktu menelepon customer service hanya untuk mengecek sisa tagihan atau status jaringan.
- Otomatisasi Tanpa Campur Tangan Manusia: Proses administrasi yang sebelumnya manual kini berjalan real-time, meminimalkan human error yang merugikan perusahaan maupun pelanggan.
- Dashboard Visibilitas Jaringan: Memungkinkan manajemen memantau metrik penggunaan kapasitas jaringan secara langsung, sehingga potensi gangguan bisa diantisipasi lebih cepat.
Simak Video "Exclusive Interview: ASUS ExpertBook Ultra & Masa Depan Kerja Berbasis AI"
(asj/asj)