×
Ad

CEO Nvidia Kecam Bos yang PHK Karyawan Karena AI

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 26 Mei 2026 17:00 WIB
CEO Nvidia Kecam Bos yang PHK Karyawan Karena AI. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta -

Belakangan ini, berbagai perusahaan melakukan PHK, salah satunya karena berbagai pekerjaan sudah dilakukan dengan AI. Namun menurut CEO Nvidia Jensen Huang, mengaitkan PHK dengan kecerdasan buatan bukan hanya langkah yang malas, tetapi juga tidak masuk akal.

Dikutip detikINET dari Asia One, salah satu manusia terkaya dunia itu menilai para CEO yang menjadikan AI sebagai alasan untuk melakukan PHK juga menciptakan narasi yang keliru.

"Bagaimana mungkin AI baru menjadi produktif dan berguna enam bulan yang lalu, tapi entah bagaimana mereka sudah mem-PHK orang sejak dua tahun lalu dengan alasan AI? Itu sama sekali tidak masuk akal," tegas Huang dalam wawancara dengan CNA.

Ia menambahkan, menggunakan AI sebagai kedok untuk melakukan PHK terlalu malas dan sekadar cara bagi para CEO agar terdengar pintar. Ia pun mengecam keras para CEO karena tidak bertanggung jawab dan malah mendorong anggapan bahwa pekerjaan manusia akan digantikan oleh AI.

Menurutnya, sangat penting menyampaikan narasi seimbang mengenai potensi AI. Hal ini terutama terkait pentingnya memajukan teknologi ini secara aman. Ia juga mendorong mereka yang khawatir kehilangan pekerjaan akibat AI untuk mulai mempelajarinya.

"Anda takkan kehilangan pekerjaan karena AI, Anda akan kehilangan pekerjaan karena seseorang yang mempelajari AI lebih baik dari Anda," ucapnya.

"Kemungkinan besar AI justru akan meningkatkan kualitas pekerjaan Anda, dan mengangkat tujuan dari pekerjaan itu sendiri," imbuhnya. Daripada merasa takut, seseorang harus berusaha menjadi ahli AI dan mulai memanfaatkannya.

Dalam skala lebih besar, industri juga harus lebih siap menghadapi AI. Seiring dengan bertambahnya individu yang membekali diri dengan keterampilan AI, industri juga harus mengevaluasi regulasi yang ada untuk mengakomodasi penerapan AI. "Semua orang harus menjadi bagian dari proses ini," tambahnya.

Berbagai perusahaan mengumumkan PHK akibat AI, dengan Standard Chartered dan Meta yang paling baru melakukannya. Pada 19 Mei, Standard Chartered mengumumkan rencana memangkas lebih dari 7.000 posisi selama empat tahun ke depan seiring upaya meningkatkan adopsi AI guna menyederhanakan operasi dan mendongkrak profit.

"Dalam beberapa kasus, ini adalah langkah menggantikan sumber daya manusia yang bernilai lebih rendah dengan modal finansial dan modal investasi yang kami tanamkan," kata CEO Bill Winters.

Pernyataannya menuai kecaman warganet maupun tokoh-tokoh berpengaruh karena dinilai merendahkan para pekerja. Ia kemudian meminta maaf atas "pilihan kata" yang memicu kekecewaan.

Sementara Meta juga baru saja memberhentikan 10 persen karyawannya atau sekitar 8.000 orang. Belanja besar-besaran infraktruktur AI menjadi salah satu penyebabnya.



Simak Video "Video: Kalahkan Atlet Profesional, Robot Tenis Meja 'Ace' Cetak Sejarah"

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork