Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Samsung Yakin Masa Depan TV Ada di Vision AI, Bukan Sekadar Layar

Samsung Yakin Masa Depan TV Ada di Vision AI, Bukan Sekadar Layar


Adi Fida Rahman - detikInet

Samsung TV Micro RGB 130 Inci
Samsung Yakin Masa Depan TV Ada di Vision AI, Bukan Sekadar Layar. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta -

Samsung meyakini masa depan televisi tidak lagi sekadar soal layar besar atau kualitas gambar tajam. Perusahaan asal Korea Selatan itu menilai era baru TV kini mengarah pada perangkat hiburan berbasis kecerdasan buatan atau AI yang mampu memahami kebutuhan pengguna.

Pandangan tersebut disampaikan President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, CU Kim, saat menjelaskan visi Samsung menghadirkan Vision AI di lini TV terbarunya. Menurutnya, selama puluhan tahun inovasi TV lebih berfokus pada peningkatan kualitas display dan performa hardware.

Namun kini arah perkembangan mulai berubah, di mana AI menjadi lapisan penting yang membuat TV dapat beradaptasi dengan kebiasaan pengguna. "Televisi kini memasuki era baru. Yang berubah adalah bagaimana intelligence dibangun di atas fondasi tersebut, memungkinkan TV untuk lebih memahami konten, mempelajari preferensi pengguna, dan menyesuaikan pengalaman penggunaan dalam kehidupan sehari-hari," ujar CU Kim kepada detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Apa Itu Vision AI?

Samsung menyebut Vision AI dirancang untuk mengubah TV menjadi intelligent entertainment companion atau pendamping hiburan pintar di rumah. Teknologi ini memungkinkan TV mengoptimalkan kualitas gambar dan suara secara otomatis sesuai konten yang sedang ditonton dan kondisi lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, Vision AI juga menghadirkan fitur conversational AI yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan TV secara lebih natural, termasuk meminta rekomendasi tontonan hingga informasi tertentu secara langsung.

Samsung mengatakan tujuan utama Vision AI bukan mengubah kebiasaan menonton masyarakat, melainkan membuat pengalaman menikmati konten menjadi lebih seamless, personal, dan intuitif.

"Perubahan paling nyata yang dapat dirasakan pengguna adalah kesederhanaan dalam pengalaman penggunaan. TV ini mampu beradaptasi secara otomatis dan memberikan rekomendasi yang relevan," kata CU Kim.

CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & OceaniaCU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania Foto: Samsung

Relevan untuk Konsumen Indonesia

Menurut Samsung, teknologi semacam ini akan sangat relevan dengan konsumen Indonesia. Pasalnya, TV kini menjadi pusat hiburan keluarga, terutama untuk streaming berbagai layanan konten digital baik gratis maupun berbayar.

Samsung mengungkapkan meningkatnya konsumsi streaming menjadi salah satu alasan utama penggunaan TV di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan pengalaman menonton yang lebih immersive dan pintar.

Karena itu, Samsung menilai fitur seperti AI Picture Enhancement dan Adaptive Sound akan menjadi salah satu kemampuan yang paling dirasakan manfaatnya oleh pengguna sehari-hari.

Selain menghadirkan Vision AI, Samsung juga memperkenalkan inovasi TV terbaru seperti Micro RGB TV dan Mini LED TV di Indonesia. Teknologi tersebut diklaim menjadi bagian dari visi jangka panjang Samsung menghadirkan TV yang mampu menyatu secara natural dalam kehidupan pengguna.

"Masa depan TV terletak pada bagaimana teknologi dapat menyatu secara seamless dalam kehidupan sehari-hari - memahami pengguna, beradaptasi dengan kebutuhan mereka, dan membuat setiap momen terasa lebih bermakna," tutup CU Kim.




(afr/afr)




Hide Ads