Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Samsung Setop Jualan TV di China, Ada Apa?

Samsung Setop Jualan TV di China, Ada Apa?


Anggoro Suryo - detikInet

Samsung TV
Ilustrasi TV Samsung. Foto: Samsung
Jakarta -

Samsung Electronics mengambil keputusan mengejutkan dengan menghentikan penjualan perangkat TV dan home appliances di China. Langkah strategis ini diambil sebagai imbas dari makin ganasnya persaingan dengan pabrikan lokal di negara tersebut.

Menurut sumber industri, perusahaan asal Korea Selatan itu beralasan bahwa penghentian penjualan ini dilakukan setelahmempertimbangkan persaingan pasar yang makin ketat dan lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.

Meski menutup keran penjualan untuk segmen elektronik konsumen kelas menengah ke bawah, hal ini bukan berarti Samsung angkat kaki sepenuhnya dari Negeri Tirai Bambu. Perusahaan hanya melakukan restrukturisasi untuk memangkas operasional produk jadi bermargin rendah dan mengalihkan sumber dayanya ke sektor bisnis yang lebih menguntungkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Fokus ke HP Layar Lipat dan Semikonduktor

Samsung dipastikan akan tetap mempertahankan bisnis perangkat selulernya di China. Perusahaan berencana untuk terus menawarkan produk dan layanan berbasis Galaxy AI, termasuk smartphone layar lipat eksklusif seri W yang memang dirancang khusus untuk pasar China.

Selain itu, bisnis semikonduktor dan peralatan medis juga akan terus beroperasi secara normal. Samsung bahkan berniat untuk memperluas kerja sama dengan perusahaan AI lokal di China guna mengembangkan fitur-fitur baru yang lebih disesuaikan dengan selera konsumen setempat.

Pabrik dan Layanan Purnajual Tetap Buka

Keputusan penghentian penjualan ini rupanya tidak memengaruhi lini produksi dan penelitian. Samsung akan tetap mengoperasikan pabrik peralatan rumah tangganya di Suzhou, serta fasilitas pabrik semikonduktor di Xi'an dan Suzhou. Kegiatan riset dan pengembangan yang berkaitan dengan perangkat seluler, TV, dan perabotan rumah tangga juga akan tetap berjalan di China.

Bagi konsumen yang sudah terlanjur membeli TV atau kulkas Samsung, tidak perlu khawatir. Perusahaan memastikan bahwa layanan purnajual untuk pelanggan yang sudah ada akan tetap beroperasi, baik untuk perbaikan gratis maupun berbayar sesuai dengan masa garansi dan undang-undang perlindungan konsumen setempat.

Rombak Petinggi dan Isu Penurunan Bisnis Monitor

Jelang restrukturisasi besar-besaran ini, Samsung rupanya telah merombak jajaran pimpinan di dalam divisi bisnis TV mereka. Pada tanggal 4 Mei lalu, perusahaan menunjuk Lee Won-jin, presiden dan kepala kantor pemasaran global divisi DX, sebagai kepala Visual Display Business and Service Business Team yang baru.

Langkah mundur Samsung dari pasar peralatan rumah tangga ini sebenarnya sudah mulai tercium sejak bulan April lalu. Saat itu, beredar spekulasi kuat mengenai perampingan bisnis monitor Samsung di China.

Sejumlah media lokal melaporkan adanya penundaan pengiriman monitor hingga pembatalan beberapa pesanan besar untuk pasar China. Beberapa distributor lokal bahkan dilaporkan hanya menghabiskan sisa stok yang ada di gudang tanpa menerima pasokan unit baru dari Samsung, demikian dikutip detikINET dari The Elec, Jumat (8/5/2026).




(asj/asj)
TAGS




Hide Ads